DPRD Sleman Janji Laporkan Tindak Lanjut Persoalan MBG Dalam Sepekan
DPRD Sleman berjanji melaporkan tindak lanjut persoalan MBG dalam sepekan, termasuk kasus keracunan dan evaluasi SPPG.
Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Alokasi beasiswa untuk pelajar jenjang sekolah menengah pertama (SMP) di Gunungkidul tahun ini jauh berkurang.
Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan (Disdik) Gunungkidul, Wasgiyanto mengatakan alokasi APBD untuk beasiswa tersebut hanya tahun ini hanya untuk 59 anak. Padahal, tahun lalu, alokasi beasiswa menyasar 760 anak.
Setiap anak mendapat Rp500.000. Dengan begitu, pada Juli 2024, Dispendik akan menyalurkan Rp29,5 juta. Dengan nominal yang sama, jumlah itu terpaut jauh dari tahun lalu yang mencapai total Rp380 juta.
Dia mengatakan Disdik berupaya untuk mempertahankan sasaran maupun meningkatkan sasaran beasiswa. Hanya, ketika rapat koordinasi dengan OPD lain, Disdik diputuskan mendapat pengurangan sasaran penerima beasiswa. “Anggaran kami sudah bertahun-tahun ini [berkurang] apalagi ketika Covid-19. Kami sulit mendistribusikan anggaran karena selalu di-refocusing,” kata Wasgiyanto, Kamis (18/4/2024).
Wasgiyanto menambahkan bahwa sumber pendanaan beasiswa pendidikan di Gunungkidul juga berasal dari Program Indonesia Pintar (PIP) dan corporate social responsibility (CSR).
PIP merupakan bantuan berupa uang tunai, perluasan akses, dan kesempatan belajar dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin untuk membiayai Pendidikan. “PIP berasal dari APBN. Pembagian dan penyaluran dengan APBD Gunungkidul tetap mengacu pada data dari sekolah,” katanya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa total jumlah pelajar jenjang SMP di Bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Gunungkidul mencapai 24.426 orang untuk tahun ajaran 2023/2024. Rincian data tersebut yaitu sekolah negeri ada 19.880 orang dan swasta ada 4.546 orang.
Kapanewon Wonosari dan Playen menjadi wilayah dengan sebaran pelajar SMP terbanyak yaitu 2.954 orang dan 2.390 orang.
BACA JUGA: 828 Murid SD dan SMP di Kuloprogo Bakal Terima Beasiswa Tahun Ini, Segini Nominalnya
Sebelumnya, Subkor Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Sekolah Dasar Bidang Sekolah Dasar Disdik Gunungkidul, Pranoto mengatakan ada 322 pelajar sekolah dasar (SD) yang telah mendapat beasiswa jenjang sekolah dasar.
Rincian penerima beasiswa tersebut yaitu dari pelajar Kapanewon Girisubo ada 61 orang, Kapanewon Karangmojo ada 180 orang, Playen ada satu orang, Ponjong ada tujuh orang, Rongkop ada 15 orang, Semanu 40 orang, Tepus 13 orang, dan Wonosari lima orang.
Pranoto menambahkan setiap anak mendapat Rp500.000. Dengan begitu, alokasi APBD untuk beasiswa miskin jenjang SD mencapai Rp161 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman berjanji melaporkan tindak lanjut persoalan MBG dalam sepekan, termasuk kasus keracunan dan evaluasi SPPG.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.