Warga Semin Diajak Gotong Royong untuk Memperkuat Mitigasi Bencana
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengajak warga Semin aktif gotong royong untuk memperkuat mitigasi bencana menghadapi musim hujan.
Ilustrasi Posyandu – Antara/ Irwansyah Putra
Harianjogja.com, SLEMAN—Upaya untuk menurunkan angka stunting terus dilakukan oleh Pemkab Sleman. Hal itu untuk mewujudkan program zero new stunting yang digulirkan oleh Pemerintah Pusat.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengklaim program penanggulangan stunting di Bumi Sembada berjalan dengan bagus. Hal ini terlihat dari angka penurunan yang mencapai 2,37% di 2023. "Angkanya turun dari 6,88% menjadi 4,51%,” kata Kustini, Jumat (19/4/2024).
Untuk memujudkan zero new stunting yang ditandai dengan penurunan kasus setiap tahun, kata Kustini, salah satunya dengan menggelar workshop rembuk stunting yang melibatkan berbagai kalangan dari lintas sektor.
“Rebuk ini menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan program penanggulangan di 2023 serta sebagai upaya menyantukan langkah menangani stunting di 2024,” ungkapnya.
Kustini menambahkan, keberhasilan menurunkan stunting tidak lepas dari kerja sama semua pihak. Salah satunya yang dilakukan oleh Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) di Kabupaten Sleman.
“Tentunya penanangan tidak hanya dilakukan pemerintah, tapi juga oleh organisasi kemasyarakatan guna memaksimalkan dalam upaya pencegahan,” kata Kustini.
Sekretaris TPPS Sleman, Wildan Solichin mengatakan, untuk penanganan stunting di Sleman sudah dicanangkan. Kendati demikian, ia mengakui target yang ditentukan tidak setinggi penurunan di 2023 yang mencapai 2,37%.
“Tahun ini kami targetkan penurunan dari 4,51% menjadi 4,49%. Jadi di 2024 diharapkan bisa turun sekitar 0,02%,” katanya.
Ia tidak menampik semakin kecil jumlah stunting, maka penanangannya juga semakin sulit. Meski demikian, Wildan tetap optimistis penanggulangan stunting di Kabupaten Sleman bisa berjalan dengan baik.
“Kalau untuk benar-benar zero stunting sangat sulit. Di Amerika Serikat masih ada dan angkanya bertahan di kisaran 3%. Bagi saya, angka stunting di bawah 3% sudah masuk sebagai wilayah zero stunting,” katanya.
Wildan menjelaskan, untuk penanganan, program yang dijalankan masih hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai contoh masih ada program pemberian makanan tambahan, pemeriksaan ibu hamil, pemberian obat-obatan dan lain sebagainya.
“Semua dikerjakan secara lintas sektor, termasuk menggandeng kalurahan agar penanganan bisa lebih dimaksimalkan,” kata Kepala Dinas Pemerdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengajak warga Semin aktif gotong royong untuk memperkuat mitigasi bencana menghadapi musim hujan.
Gerai KDMP Tuksono di Sentolo, Kulonprogo, dinilai strategis meski tak berada di tengah permukiman. Operasional menunggu verifikasi dan validasi.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Masinis KA Argo Bromo Anggrek ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan di Bekasi. Ancaman hukuman maksimal 5 hingga 12 tahun penjara.
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berlangsung aman. Lurah terpilih ditargetkan dilantik 26 November 2026 setelah tahapan administrasi selesai.
Paus Leo XIV menyerukan Eropa memperkuat peran menjaga perdamaian global dan mendorong dialog untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina.