219 Kafilah Ikuti STQH Kota Jogja, Hasto Minta Pembinaan Diperkuat
Sebanyak 219 kafilah dari 14 kemantren mengikuti STQH Kota Jogja 2026. Hasto mendorong penguatan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan.
Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo berjabatangan seusai Halim mendaftar sebagai bakal Calon Bupati Bantul lewat penjaringan DPC PDIP, beberapa waktu lalu./Ist
Harianjogja.com, BANTUL—Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Bantul, Joko B. Purnomo memastikan DPC PDIP Bantul akan berkoalisi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, meskipun jumlah minimal keterisian kursi dalam legislatif untuk mengusung Bupati dan Wakil Bupati telah terpenuhi.
“Walaupun PDIP Bantul secara ketentuan perundangan bisa mencalonkan sendiri karena elektoral tresholdnya terpenuhi dengan 12 kursi [DPRD Bantul].Tetapi untuk bicara pembangunan, kesejahteraan, ya PDIP tetap berjalan bersama dengan partai yang lain. [DPC PDIP Bantul akan] Menjalin koalisi,” ujarnya, Rabu (24/4/2024).
Joko menuturkan hingga saat ini DPC PDIP Bantul belum memutuskan partai yang akan digandeng dalam Pilkada 2024. Dia mengaku komunikasi dengan partai-partai lain telah terjalin selama ini, termasuk dengan DPC PKB Bantul. Dia pun mengaku tidak menutup kemungkinan pada Pilkada 2024, DPC PDIP Bantul akan kembali menggandeng DPC PDIP Bantul dalam Pilkada 2024.
Dia menyampaikan partainya pun tengah melakukan evaluasi kinerja kepemimpinannya bersama Abdul Halim Muslih. Menurutnya, apabila dalam evaluasi tersebut, kepemimpinannya dinilai apik, tidak menutup kemungkinan pasangan tersebut akan kembali maju bersama dalam Pilkada 2024.
“Pasangan yang sudah baik kalau diizinkan bisa diteruskan. Hanya memang perlu dilakukan evaluasi [kinerja kepemimpinan Halim dan Joko],” ujarnya.
BACA JUGA: Halim Ambil Formulir Pendaftaran Calon Bupati Bantul di Kantor PDIP
Joko mengaku dalam Pilkada kali ini, DPC PDIP Bantul mengincar posisi kepala daerah di Bumi Projotamansari. “Untuk PDIP kami menjaringnya kepala daerah, tetapi nanti untuk proses selanjutnya, PDIP akan melakukan komunikasi dengan partai lain, termasuk PKB,” ujarnya.
Meski begitu, menurut Joko, pihaknya akan menerima apapun rekomendasi dari DPP PDIP mengenai calon bupati dan wakil bupati yang akan maju dalam Pilkada 2024 di Bantul. Menurutnya, DPP PDIP akan memberikan rekomendasi berdasarkan survei elektabilitas calon bupati dan wakil bupati, serta komunikasi dengan kader partai hingga tingkat provinsi dan kabupaten.
Dia pun mengaku siap apabila diminta DPP PDIP untuk kembali maju dalam Pilkada sebagai wakil bupati Bantul. “Iya [Maju sebagai calon wakil bupati Bantul]. Siap ditugaskan [DPP PDIP],” imbuhnya.
Dia pun menyampaikan DPC PDIP Bantul pun tengah membuka pendaftaran bagi bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul yang akan diusung melalui partai tersebut hingga 25 April 2024. Setelah tahap pendaftaran ditutup, para bakal calon bupati dan wakil bupati tersebut akan diverifikasi dan diajukan ke DPD PDIP DIY hingga ke DPP PDIP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 219 kafilah dari 14 kemantren mengikuti STQH Kota Jogja 2026. Hasto mendorong penguatan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan.
MV Haida tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin membawa 69 korban selamat kecelakaan Virgo Transport 8 untuk mendapat perawatan.
Sebanyak 49 korban selamat Virgo Transport 8 tiba di Banjarmasin. Total 103 orang telah dievakuasi, enam di antaranya meninggal.
Jaecoo J5 menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia hingga Agustus 2026 dengan 23.359 unit, mengungguli BYD Atto 1.
PACK mengungkap rencana meningkatkan kapasitas bijih nikel. Emiten ini mencatat laba Rp190,7 miliar hingga Juni 2026.
Perda nelayan Kulonprogo didorong untuk memperkuat perlindungan, kapasitas, dan keberlanjutan usaha nelayan, pembudidaya ikan, serta petambak garam.