Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiadi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiadi memastikan partainya tetap solid untuk menyambut gelaran Pilkada 2024. Ia juga menampik adanya isu penolakan terhadap keberadaan Mahmud Ardi Widanto yang kembali meramaikan bursa bakal calon wakil bupati di Bumi Handayani.
“Itu hanya istilah dari media saja. Yang benar, ada aspirasi lain yang akan diusung di Pilkada Gunungkidul,” kata Arif, Jumat (26/4/2024).
Menurut dia, dari suara akan rumpun seperti kader dan simpatisan partai maupun pengurus DPC di kapanewon mengusulkan calon lain. Meski tidak menyebut secara pasti berapa kapanewon yang mengusulkan, namun aspirasi tersebut tetap menjadi masukan dalam tahapan pencalonan.
“Kebetulan yang diusulkan saya. Usulan bukan wakil bupati, tapi calon bupati sehingga tidak ada masalah dengan majunya Mas Ardi sebagai bakal calon wakil bupati,” katanya.
Disinggung mengenai pencalonan Ardi, ia tidak menampik yang bersangkutan telah mendapatkan surat tugas dari DPP untuk maju di Pilkada Gunungkidul serta mencari kawan koalisi. Pasalnya, jumlah kursi yang dimiliki PAN tidak bisa mengusung calon sendiri.
“Masih berproses dan kepastian apakah PAN akan membuka penjaringan juga bergantung dengan hasil rapat kerja nasional yang diselenggarakan awal Mei mendatang,” katanya.
Mantan calon wakil bupati di Pilkada 2020 yang diusung PAN, Mahmud Ardi Widanto membenarkan dirinya sudah mendapatkan surat tugas dari DPP untuk maju serta diminta mencari mitra koalisi agar pencalonan berjalan lancar. Ia mengakui sudah berkomunikasi dengan partai lain, malahan juga sudah mendaftar dalam penjaringan calon kepala daerah di Partai Golkar. “Saya sudah mendaftar sebagai calon wakil bupati di hari terakhir penjaringan,” katanya.
Menurut dia, keputusan mendaftar di Partai Golkar juga menjadi bagian komunikasi politik agar bisa maju di pilkada. Terlebih lagi, sambung dia, di tingkat DPP ada hubungan yang harmonis antar partai.
“PAN memang harus berkoalisi untuk bisa mengusung calon. Jadi, upaya komunikasi dan mencari mitra koalisi terus dilakukan,” kata Ardi.
Sebagaimana diketahui bersama di Pilkada 2020, Ardi mendampingi Sutrisna Wibawa yang menjadi calon bupati. Saat itu, pasangan ini diusung oleh PAN, Gerindra, PKS dan Demokrat, tapi kalah dengan pasangan Sunaryanta-Heri Susanto yang saat ini menjadi bupati dan wakil bupati di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
BPJS Kesehatan memperkuat pelaksanaan JKN di DIY melalui pembiayaan layanan kesehatan, optimalisasi layanan digital, Mobile JKN, dan PANDAWA.
Bareskrim menetapkan empat korporasi sebagai tersangka kasus karhutla hingga 30 September 2026. Identitas perusahaan belum diungkap.
Diskominfo Kabupaten Magelang meluncurkan Si Jaring dan Sigap untuk memperkuat tata kelola pemerintahan digital, pengelolaan jaringan.
Rangkap jabatan Bahlil sebagai Menko dan Menteri ESDM disorot pengamat yang melihatnya dalam konteks penataan ulang koalisi pemerintah.
erum BULOG memberikan dukungan modal usaha kepada 30 penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta melalui program BULOG Peduli RPK Mandir