Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Ilustrasi kompos./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja tengah menggencarkan gerakan olah dan pilih sampah dari rumah serta gerakan mengolah limbah dan sampah dengan biopori ala Jogja (Mbah Dirjo). Gerakan ini merupakan langkah pengelolaan sampah yang bisa dilakukan di skala masyarakat paling kecil.
Untuk mendukung program Pemkot Jogja itu, Kelurahan Cokrodiningratan, Kemantren Jetis menggelar pelatihan pembuatan kompos beberapa waktu lalu.
Lurah Cokrodiningratan, Andityo Bagus Baskoro tak lagi hanya menyasar di lingkungan kelurahan tetapi juga menyentuh hingga skala rumah tangga.
Beberapa pihak turut diundang untuk melakukan pelatihan. Beberapa di antaranya adalah Forum Bank Sampah Kelurahan Cokrodiningratan hingga 11 ketua RW di lingkup Kelurahan Cokrodiningratan. “Ada juga perwakilan 15 bank sampah yang tergabung dalam Forum Bank Sampah Cokrodiningratan,” ujar Andityo.
BACA JUGA: Hasilkan 12 Ton Sampah Pasar per Hari, Begini Upaya Pemkot Jogja
Dia menambahkan, pelatihan pembuatan kompos ini digelar sebagai upaya penguatan penanganan sampah di tiap-tiap wilayah. Pelaksanaan kegiatan ini memanfaatkan bantuan keuangan khusus dana keistimewaan (BKK Danais) 2024. Bantuan diberikan merata di seluruh kelurahan di Kota Jogja dengan besaran Rp100 juta.
“Anggaran tersebut dipakai untuk melaksanakan pelatihan pembuatan kompos melalui pengelolaan sampah skala RT dengan metode biopori,” imbuhnya.
Andityo mengatakan nantinya akan ada 648 biopori yang terpasang dan tersebar di Kelurahan Cokrodiningratan. Menurutnya, cara ini efektif untuk mengolah sampah organik rumah tangga. Hasil biopori berupa kompos juga akan dijual dengan harga Rp 500 per kilogram.
“Harapannya, sampah bisa selesai dari sumbernya. Sampah organik rumah tangga dikelola masyarakat menjadi kompos dengan metode biopori serta sampah anorganik dipilah di bank sampah yang ada di wilayah masing-masing RW."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
WhatsApp menyiapkan fitur greeting message agar anggota baru grup lebih cepat memahami aturan dan suasana percakapan.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai program Pengabdian kepada Masyarakat.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.