Koperasi Merah Putih Jogja Siap Produksi 65 Ribu Batik Segoro Amarto
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Little Tokyo (Litto)./Instagram
Harianjogja.com, BANTUL—Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi bandara internasional satu-satunya di DIY dan Jateng. Hal ini diperkirakan akan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bantul.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul pun mendorong penginapan dan destinasi wisata di Bantul meningkatkan kapasitas SDM dan fasilitas untuk menarik minat wisatawan mancanegara.
Ketua PHRI Bantul, Yohanes Hendra memperkirakan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke beberapa daerah di DIY, termasuk Bantul akan meningkat dengan pencabutan status beberapa bandara tersebut. Menurutnya, dengan potensi alam dan budaya Bantul yang beragam, dinilai mampu menarik minat wisatawan mancanegara.
Meski begitu, menurut Hendra, penginapan dan destinasi wisata di Bantul perlu meningkatkan standar pelayanannya. Dia mendorong penginapan dan destinasi wisata di Bantul didorong tingkatkan clean, health, safety, and environment (CHSE) untuk menarik minat wisatawan.
Berdasarkan catatan PHRI Bantul, jumlah penginapan dan destinasi wisata di Bantul yang memiliki sertifikasi SNI 9042:2021 terkait CHSE masih minim.
Dia pun mendorong agar penginapan dan destinasi wisata di Bantul mengurus sertifikasi CHSE untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing di Bantul. “Saat ini hanya ada di Little Tokyo, Restoran Pondok Bakaran Manding, dan di beberapa guest house dan destinasi [wisata] yang kurang dari 10 persen,” ujar Ketua PHRI Bantul, Yohanes Hendra, Minggu (5/5/2024).
BACA JUGA: Daftar Terbaru 17 Bandara Internasional di Indonesia
Menurutnya bagi wisatawan mancanegara kenyamanan menjadi pertimbangan utama untuk berkunjung. Sehingga dengan peningkatan standar pelayanan tersebut, wisatawan mancanegara akan mempertimbangkan untuk berkunjung ke Bantul.
Selain itu, menurut Hendra penginapan dan destinasi wisata di Bantul perlu meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk meningkatkan pelayanannya. Menurutnya, pelaku wisata di destinasi wisata perlu dibekali dengan kemampuan bahasa asing, misalnya Bahasa Inggris.
Dia menilai peningkatan fasilitas penginapan dan destinasi wisata juga diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan mancanegara. Dia pun mendorong pelaku wisata melakukan promosi pariwisata di Bantul ke berbagai event internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.