Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Simulasi bencana alam. /Dok. Harian Jogja.
Harianjogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman akan membentuk kalurahan Tangguh bencana di lima kalurahan di 2024. Dengan demikian seluruh kalurahan di Bumi Sembada sudah berstatus kalurahan Tangguh bencana di akhir 2024 ini.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan, Kabupaten Sleman memiliki 86 kalurahan. Dari jumlah itu, sudah ada 81 kalurahan yang berstatus kalurahan Tangguh bencana.
“Tinggal lima kalurahan lagi dan kami target sudah terbentuk di akhir tahun ini sehingga semuanya bisa menyandang sebagai kalurahan Tangguh bencana,” kata Makwan kepada wartawan, Selasa (7/5/2024).
Dia menjelaskan, lima wilayah yang belum memilik status kalurahan Tangguh bencana meliputi Nogotirto di Kapanewon Gamping, Kalurahan Sendangadi dan Sumberadi, Mlati. Selanjutnya di Kapanewon Minggir ada Kalurahan Sedangarum, Sedangmulyo.
“Pembentukan sudah dimulai dan berlangsung di Kalurahan Nogotirta. Empat kalurahan lainnya menyusul sehingga di akhir tahun semua sudah terbentuk sebagai kalurahan tangguh bencana,” katanya.
Makwan mengungkapkan, pembentukan kalurahan Tangguh bencana sebagai bagian dari mitigasi kebencanaan. Ia berharap melalui program ini dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan sumber daya masyarakat sehingga terbentuk masyarakat tangguh menghadapi bencana.
“Didalam pembentukan juga ada simulasi bencana dengan upaya penagangan yang melibatkan relawan dan warga sekitar. Ini nantinya bisa menjadi bekal penangnaan pada saat terjadi bencana di wilayah masing-masing,” katanya.
Selain membentuk kalurahan Tangguh bencana di seluruh kalurahan, BPBD Sleman juga memberikan kartu identitas relawan (KIR) kepada sukarelawan di Bumi Sembada. Berdasarkan catatan yang ada, jumlah relawan mencapai 3.190 orang yang berasal dari 69 komunitas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan ST Haenry Dharma Widjaja. Menurut dia, program pemberian KIR juga dalam upaya meningkatkan kompetensi keahlian yang dimiliki relawan. “Jadi tidak hanya sebagai kartu identitas saja. Tapi, pemegang KIR juga mendapatkan prioritas untuk mendapatkan pelatihan tentang kebencanaan sehingga keahlian yang dimiliki bisa semakin ditingkatkan,” kata Haenry.
BACA JUGA : Seluruh Kampung di Yogyakarta Ditargetkan Tangguh Bencana pada 2024
Total jumlah KIR yang akan dibagikan di tahun ini sebanyak 1309 lembar. Relawan Sleman yang mendapat KIR adalah relawan yang telah terdata dan memiliki sertifikasi keahlian dalam penanggulangan bencana.
Menurut dia, manfaat lain dari KIR, juga sebagai bentuk perlindungan apabila terjadi risiko saat penanganan bencana. Bagi pemegang KIR yang telah memenuhi persyaratan dimasukan dalam program BPJS Ketenagakerjaan. “Ada juga bantuan medis perawatan di rumah sakit untuk kecelakaan pada saat penangan. Tak hanya itu, juga ada tunjangan kematian bagi relawan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.