Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Simulasi bencana alam. /Dok. Harian Jogja.
Harianjogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman akan membentuk kalurahan Tangguh bencana di lima kalurahan di 2024. Dengan demikian seluruh kalurahan di Bumi Sembada sudah berstatus kalurahan Tangguh bencana di akhir 2024 ini.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan, Kabupaten Sleman memiliki 86 kalurahan. Dari jumlah itu, sudah ada 81 kalurahan yang berstatus kalurahan Tangguh bencana.
“Tinggal lima kalurahan lagi dan kami target sudah terbentuk di akhir tahun ini sehingga semuanya bisa menyandang sebagai kalurahan Tangguh bencana,” kata Makwan kepada wartawan, Selasa (7/5/2024).
Dia menjelaskan, lima wilayah yang belum memilik status kalurahan Tangguh bencana meliputi Nogotirto di Kapanewon Gamping, Kalurahan Sendangadi dan Sumberadi, Mlati. Selanjutnya di Kapanewon Minggir ada Kalurahan Sedangarum, Sedangmulyo.
“Pembentukan sudah dimulai dan berlangsung di Kalurahan Nogotirta. Empat kalurahan lainnya menyusul sehingga di akhir tahun semua sudah terbentuk sebagai kalurahan tangguh bencana,” katanya.
Makwan mengungkapkan, pembentukan kalurahan Tangguh bencana sebagai bagian dari mitigasi kebencanaan. Ia berharap melalui program ini dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan sumber daya masyarakat sehingga terbentuk masyarakat tangguh menghadapi bencana.
“Didalam pembentukan juga ada simulasi bencana dengan upaya penagangan yang melibatkan relawan dan warga sekitar. Ini nantinya bisa menjadi bekal penangnaan pada saat terjadi bencana di wilayah masing-masing,” katanya.
Selain membentuk kalurahan Tangguh bencana di seluruh kalurahan, BPBD Sleman juga memberikan kartu identitas relawan (KIR) kepada sukarelawan di Bumi Sembada. Berdasarkan catatan yang ada, jumlah relawan mencapai 3.190 orang yang berasal dari 69 komunitas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan ST Haenry Dharma Widjaja. Menurut dia, program pemberian KIR juga dalam upaya meningkatkan kompetensi keahlian yang dimiliki relawan. “Jadi tidak hanya sebagai kartu identitas saja. Tapi, pemegang KIR juga mendapatkan prioritas untuk mendapatkan pelatihan tentang kebencanaan sehingga keahlian yang dimiliki bisa semakin ditingkatkan,” kata Haenry.
BACA JUGA : Seluruh Kampung di Yogyakarta Ditargetkan Tangguh Bencana pada 2024
Total jumlah KIR yang akan dibagikan di tahun ini sebanyak 1309 lembar. Relawan Sleman yang mendapat KIR adalah relawan yang telah terdata dan memiliki sertifikasi keahlian dalam penanggulangan bencana.
Menurut dia, manfaat lain dari KIR, juga sebagai bentuk perlindungan apabila terjadi risiko saat penanganan bencana. Bagi pemegang KIR yang telah memenuhi persyaratan dimasukan dalam program BPJS Ketenagakerjaan. “Ada juga bantuan medis perawatan di rumah sakit untuk kecelakaan pada saat penangan. Tak hanya itu, juga ada tunjangan kematian bagi relawan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.