Volume Melonjak, Sampah dari Jogja Juga Diusung ke TPS3R Kupas di Bantul

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Selasa, 07 Mei 2024 18:07 WIB
Volume Melonjak, Sampah dari Jogja Juga Diusung ke TPS3R Kupas di Bantul

Petugas memilah sampah plastik di BUMDes Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas) Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (7/2/2023). Kelompok itu mengolah sampah organik menjadi kompos dan sampah plastik menjadi batako. – Antara/Hendra Nurdiansyah

Harianjogja.com, BANTUL—Volume sampah yang diusung ke Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kelompok Usaha Pengelola Sampah (Kupas) di Panggungharjo, Sewon, Bantul melonjak dalam dua bulan belakangan. Hal itu lantaran sampah dari Kota Jogja turut diolah di sana.

"Selama dua bulan ini ada sekitar seribu ton sampah dari Kota Jogja yang kami olah," kata Manager TPS3R Kupas, Siswoyo, saat ditemui di TPS3R Kupas, Bantul, Selasa (7/5/2024).

Sementara menurutnya sampah dari Pemkab Bantul belum diolah di sana. Hal itu menurutnya lantaran Bantul telah memiliki tempat pengolahan sampah sendiri. "Bantul diolah di ITF Niten, tapi sampah pasar saja, disana [sampah pasar] diolah sekitar lima ton per hari," katanya.

Sementara Siswoyo menyampaikan pihaknya juga mengolah sampah pelanggan Pasti Angkut. Diketahui Pasti Angkut merupakan aplikasi jasa pengangkutan sampah yang bekerjasama dengan TPS3R KUPAS. Dalam kerjasama tersebut sampah diangkut oleh Pasti Angkut, sementara pemilahan dan pengolahan sampah dilakukan oleh TPS3R Kupas.

BACA JUGA: Muncul Tumpukan Sampah di Selopamioro, Ini yang Akan Dilakukan Pemkab Bantul

Setiap hari TPS3R Kupas mampu mengolah sampah pelanggan Pasti Angkut hingga sekitar enam hingga tujuh ton per hari.

Dia menuturkan sampah yang dibawa oleh transporter akan ditimbang terlebih dahulu ketika sampai di TPS3R Kupas. Setelah itu, sampah akan dipilah dengan menggunakan mesin cacah pilah. Sampah organik akan dijadikan bubur organik, kemudian diolah menjadi pupuk. Sementara sampah residu akan dihancurkan menggunakan insenerstor. Kemudian sampah plastik akan dipres dengan mesin press. Kemudian sampah anorganik yang dapat dijual akan dipisahkan.

Dia menuturkan proses pemilahan dan pengolahan sampah tersebut telah melibatkan 40 orang, yang terdiri dari enam orang warga binaan Dinas Sosial DIY dan sisanya merupakan warga setempat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online