Tujuh Kambing Mati Mendadak, 5 Warga Semanu Suspek Antraks
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Sleman, Huda Al Amna. (Harian Jogja/Jumali)
Harianjogja.com, SLEMAN—KPU Sleman memerpanjang pendaftaran Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pilkada Sleman di 38 kalurahan. Masa perpanjangan dibuka sampai Sabtu (11/5/2024) pukul 23.59 WIB.
Anggota KPU Sleman Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Huda Al Amna mengatakan, rekrutmen PPS sudah dibuka sejak 2-8 Mei 2024. Meski demikiah, hingga pendaftaran ditutup masih ada 38 kalurahan yang memenuhi syarat minimal pendaftaran.
Ia menjelaskan, anggota PPS di setiap kalurahan dibutuhkan tiga orang. Sesuai dengan petunjuk teknis perekrutan, jumlah pendaftar diwajibkan minimal dua kali kebutuhan.
BACA JUGA: Jumlah Pendaftar PPS di Gunungkidul Tidak Mencapai Target, KPU Memperpanjang Pendaftaran
“Jadi untuk rekrutmen minimal harus ada enam orang pendaftar. Makanya setelah pendaftaran ditutup, kami buka perpanjangan pendaftaran hingga 11 Mei pukul 23.59 WIB,” katanya saat dihubungi Jumat (10/5/2024).
Huda menjelaskan, untuk jumlah pendaftar PPS yang masih kurang tersebar di 12 kapanewon. Pasalnya, dari 17 kapanewon di Sleman yang jumlah pendaftarnya sudah terpenuhi baru di Kapanewon Ngaglik, Minggir, Depok, Pakem dan Gamping.
“Untuk yang lain masih kurang, meski tidak semua kalurahan. Kekurangannya bervariasi antara dua dan satu pendaftar dari ketentuan yang telah ditetapkan minimal enam pendaftar,” katanya.
Selain rekrutmen PPS, KPU Sleman juga sedang melakukan proses seleksi untuk anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Ia memastikan, untuk rekrutmen ini tidak ada masa perpanjangan dan tes berbasis computer juga sudah dilakasnakaan.
“Masih proses dan harapannya pada 16 Mei anggota PPK untuk pilkada sudah dilantik,” katanya.
Anggota KPU Sleman Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilihan, Noor Aan Muhlisoh berharap rekrutmen PPK dan PPS bisa berjalan dengan lancar sehingga bisa dilantik sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Pasalnya pembentukan badan adhoc pilkada harus sudah terbentuk di bulan ini.
“Makanya rekrtumen dilakukan dalam waktu yang hampir bersama dan semuanya ditangani langsung oleh KPU Sleman,” katanya.
Menurut dia, sesuai dengan rekomendasi hasil penyelenggaraan Pemilu 2019, petugas badan adhoc tidak hanya melampirkan surat Kesehatan. Namun, juga diwajibkan menyertakan tes untuk tensi darah, kolestrol dan gula darah.
“Ini sudah berlaku sejak pilkada 2020 hingga sekarang. Tujuannya untuk memastikan para petugas memiliki Kesehatan yang baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Penjualan Daihatsu kuartal III 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10%. Gran Max Series menjadi model dengan penjualan tertinggi.
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.
Kemkomdigi menilai notifikasi masa aktif belum cukup melindungi nilai ekonomi sisa kuota internet pelanggan sesuai amanat putusan MK.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 4 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.