Regulasi Baru Disiapkan untuk Lindungi Petani di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul memprioritaskan Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas petani.
Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Sleman, Huda Al Amna. (Harian Jogja/Jumali)
Harianjogja.com, SLEMAN—KPU Sleman memerpanjang pendaftaran Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pilkada Sleman di 38 kalurahan. Masa perpanjangan dibuka sampai Sabtu (11/5/2024) pukul 23.59 WIB.
Anggota KPU Sleman Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Huda Al Amna mengatakan, rekrutmen PPS sudah dibuka sejak 2-8 Mei 2024. Meski demikiah, hingga pendaftaran ditutup masih ada 38 kalurahan yang memenuhi syarat minimal pendaftaran.
Ia menjelaskan, anggota PPS di setiap kalurahan dibutuhkan tiga orang. Sesuai dengan petunjuk teknis perekrutan, jumlah pendaftar diwajibkan minimal dua kali kebutuhan.
BACA JUGA: Jumlah Pendaftar PPS di Gunungkidul Tidak Mencapai Target, KPU Memperpanjang Pendaftaran
“Jadi untuk rekrutmen minimal harus ada enam orang pendaftar. Makanya setelah pendaftaran ditutup, kami buka perpanjangan pendaftaran hingga 11 Mei pukul 23.59 WIB,” katanya saat dihubungi Jumat (10/5/2024).
Huda menjelaskan, untuk jumlah pendaftar PPS yang masih kurang tersebar di 12 kapanewon. Pasalnya, dari 17 kapanewon di Sleman yang jumlah pendaftarnya sudah terpenuhi baru di Kapanewon Ngaglik, Minggir, Depok, Pakem dan Gamping.
“Untuk yang lain masih kurang, meski tidak semua kalurahan. Kekurangannya bervariasi antara dua dan satu pendaftar dari ketentuan yang telah ditetapkan minimal enam pendaftar,” katanya.
Selain rekrutmen PPS, KPU Sleman juga sedang melakukan proses seleksi untuk anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Ia memastikan, untuk rekrutmen ini tidak ada masa perpanjangan dan tes berbasis computer juga sudah dilakasnakaan.
“Masih proses dan harapannya pada 16 Mei anggota PPK untuk pilkada sudah dilantik,” katanya.
Anggota KPU Sleman Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilihan, Noor Aan Muhlisoh berharap rekrutmen PPK dan PPS bisa berjalan dengan lancar sehingga bisa dilantik sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Pasalnya pembentukan badan adhoc pilkada harus sudah terbentuk di bulan ini.
“Makanya rekrtumen dilakukan dalam waktu yang hampir bersama dan semuanya ditangani langsung oleh KPU Sleman,” katanya.
Menurut dia, sesuai dengan rekomendasi hasil penyelenggaraan Pemilu 2019, petugas badan adhoc tidak hanya melampirkan surat Kesehatan. Namun, juga diwajibkan menyertakan tes untuk tensi darah, kolestrol dan gula darah.
“Ini sudah berlaku sejak pilkada 2020 hingga sekarang. Tujuannya untuk memastikan para petugas memiliki Kesehatan yang baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul memprioritaskan Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas petani.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Pemkab Bantul memastikan izin Gereja Misi Sejahtera akan diberikan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.