Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Seorang anak sedang melintas di ruas jalan alternatif Sleman-Gunungkidul di Padukuhan Lemahbang, Gayamharjo, Prambanan. Foto fiambil 7 April 2024 lalu. /David Kurniawan.
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan jalur alternatif Sleman-Gunungkidul menyiasakan ruas sepanjang 9,08 kilometer yang belum terbangun. Diperkirakan biaya untuk menyelesaikan ruas Gayamharjo-Prambanan ini mencapai Rp555 miliar.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul di ruas Gayamharjo-Prambanan, Andi Kurniawan Dharma mengatakan, pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul sudah digagas sejak lama. Kendati demikian, ruas terbangun belum sepenuhnya karena barus menyasar titik di wilayah Gunungkidul.
BACA JUGA : Jalan Alternatif Sleman-Gunungkidul Sisakan 7,8 Kilometer di Wilayah Gayamharjo
Adapun ruas di wilayah Sleman atau tepatnya Gayamharjo-Prambanan sepanjang 9,08 kilometer masih belum terbangun. “Pembangunan dilakukan secara bertahap. Rencannaya tahun ini dibangun sepanjang 3,75 kilometer,” kata Andi, Ahad (12/5/2024).
Dia menjelaskan, untuk pembangunan ruas ini sudah membuat kajian. Adapun hasilnya, guna menyelesaikannya membutuhkan biaya sekitar Rp555 masih belum selesai dibangun.
Recananya pembangunan akan dibagi menjadi dua. Segmen A atau sisi barat mulai dari wilayah Prambanan hingga Padukuhan Mlakan, Sambirejo akan dibangun melalui program Inpres Jalan Daerah dari Pemerintah Pusat. Total ruas ini memiliki Panjang sekitar 4,73 kilometer dan diperkirakan biaya yang dibutuhkan sebesar Rp268,8 miliar.
“Tahun lalu sudah terbangun sepanjang 1,2 kilometer dengan memanfaatkan program jalan inpres daerah. Untuk tahun ini, kami mengajukan program yang sama guna membangun sepanjang 1,75 kilometer,” katanya.
Adapun segmen B memiliki panjang 4,35 kilometer dari Padukuhan Lemahbang, Gayamharjo menuju Mlakan, Sambirejo di Kapanewon Prambanan. Rencananya ruas ini dibangun oleh Pemerintah DIY dengan perkiraan biaya sekitar Rp286,2 miliar.
“Ada pembangunannya di tahun ini, tapi masih dalam proses persiapan,” katanya.
Lurah Gayamharjo, Parwoko mengatakan, warga antusias dengan pembangunan jalan baru yang menghubungkan Sleman dengan Gunungkidul. Pasalnya, ruas yang belum terhubung tinggal menyisakan di wilayah Sleman mulai dari Gayamharjo menuju Bokoharjo di Kapanewon Prambanan.
Meski demikian, hingga sekarang belum ada tanda-tanda dimulai pembangunan. Warga berharap pembangunan segera terlaksana, terlebih lagi warga terdampak juga sudah membongkar bangunan yang dimiliki.
Menurut dia, pembangunan jalur baru ini akan memberikan dampak positif bagi warga. Pasalnya dari sisi kewilayahan akan semakin ramai sehingga dapat memacu geliat perekonomian.
“Kalau semakin ramai, maka jadi potensi sehingga dapat dimanfaatkan untuk berusaha,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.