Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X (pakai topi) saat meresmikan jalur alterantif Sleman-Gunungkidul di ruas Ngalang-Gading di area Jembatan Nguwot, Desa Ngalang, Gedangsari, Kamis (10/1/2019). Jalan tersebut kini tinggal menyisakan 7,8 meter yang belum terbangun di wilayah Sleman tepatnya Gayamharjo-Bokoharjo Prambanan. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul terus dikebut. Adapun ruas yang belum terbangun sepanjang 7,8 kilometer dan rencananya dibangun secara keroyokan antara Pemerintah DIY dengan Pemerintah Pusat.
Lurah Gayamharjo, Parwoko mengatakan, pihaknya masih menunggu realisasi pembangunan jalur alternatif Sleman-Gunungkidul. Pasalnya, pembangunan tinggal menyisakan ruas antara Gayamharjo dengan Bokorharjo di Kapanewon Prambanan.
“Untuk Gunungkidul sudah selesai dan belum lama ini diresmikan oleh Sri Sultan HB X. Jadi, pengerjaan tinggal menyisakan ruas di wilayah Sleman,” kata Parwoko, Minggu (25/2/2024).
Dia menjelaskan, untuk lahan yang digunakan dalam pembangunan tidak ada masalah karena sudah dibebaskan. Warga pun mendukung pembangunan ini dikarenkan memiliki dampak positif terhadap upaya pengembangan kewilayahan.
“Sudah bebas semua lahan yang akan dilalui dan sekarang tinggal menunggu proses pembangunan. Warga pun sudah menunggu realisasi pembangunan ini karena menyakini saat jalan jadi suasananya akan tambah ramai,” katanya.
Kabid Bina Marga Dinas PUP ESDM Kwaryantini Ampeyanti Putri mengatakan, pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul tinggal menyisakan ruas Gayamharjo-Bokoharjo di Kapanewon Prambanan. Adapun untuk ruas di Gunungkidul sudah selesai dibangun sejak akhir 2023 lalu.
BACA JUGA: Jalan Alternatif Gunungkidul-Sleman Akhirnya Tersambung, Ini Penampakannya
BACA JUGA: Sambut Jalan Alternatif Sleman-Gunungkidul, Gayamharjo Bangun Embung Senilai Rp1,5 Miliar
“Sekarang fokus untuk pembangunan di ruas Gayamharjo ke Bokoharjo,” katanya.
Ia menjelaskan, total ruas Gayamharjo-Bokoharjo memiliki Panjang sekitar 9,08 kilometer. Rencananya pembangunannya tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah DIY, namun Pemerintah Pusat juga akan membantu.
Untuk segmen A atau sisi barat dengan Panjang 4,75 kilometer akan dikerjakan oleh Pemerintah Pusat. Adapun sisanya sepanjang 4,33 kilometer di sisi timur atau segmen B menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.
“Kami [Pemerintah DIY mendapatkan jatah yang berbatasan dengan Gunungkidul ke barat dengan Panjang 4,33 kilometer. Untuk sisi barat akan dibantu pembangunanya oleh Pemerintah Pusat,” katanya.
Dia menambahkan, untuk segmen A sudah dikerjakan pembangunannya sejak 2023 dengan menyelesaikan ruas sepanjang 1,257 kilometer. Oleh karenanya, yang belum terbangun Pemerintah Pusat sepanjang 3,475 kilometer.
“Kalau bersama dengan yang menjadi tanggungan Pemerintah DIY, maka yang belum dikerjakan panjangnya sekitar 7,8 kilometer. Rencananya tahun ini, pembangunan kembali dilanjutkan,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan dan kedatangan di setiap stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 29 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.