Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Ilustrasi vaksin - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan Sleman melakukan kegiatan sisir sekolah untuk pelaksanaan vaksinasi difteri tahap dua di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan. Hal ini dilakukan karena sasaran tidak sesuai dengan capaian pada saat vaksinasi pertama di awal April lalu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan, pascatemuan kasus difteri di pertengahan Maret 2024 di Kalurahan Tamanmartani, upaya pencegahan terus digalakkan. Salah satunya dengan memberikan vaksin anti difteri kepada anak-anak di Kawasan tersebut.
Ia menjelaskan, vaksinasi diberikan dalam tiga tahap. Tahap pertama, vaksin diberikan pada 6 April 2024. Adapun tahap kedua diberikan pada 4 Mei lalu. “Untuk tahap tiga diberikan enam bulan lagi,” kata Yuli, sapaan akrabnya kepada Harianjogja.com, Minggu (12/5/2024).
Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan vaksinasi tahap pertama tidak sesukses seperti pemberian imunisasi tahap pertama. Pasalnya, tingkat kehadiran hanya sekitar 65% dari target sasaran penerima vaksin. “Banyak yang tidak hadir,” katanya.
Untuk mengoptimalkan pelaksanaan vaksinasi tahap kedua dilakukan upaya sweping atau penyisiran ke sekolah-sekolah. Diharapkan capaian bisa meningkat sehingga upaya pencegahan dapat dioptimalkan.
“Sesuai dengan ketentuan dalam pencegahan. Vaksin difteri diberikan tiga kali. Jadi, bukan hanya sekali sehingga capaian akan terus ditingkatkan,” katanya.
Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata mengatakan, vaksinasi tahap kedua sudah dilakukan. Namun, ia mengakui capaian belum sesuai dengan sasaran.
“Targetnya ada sekitar 2.900an anak yang menerima vaksin, tapi yang ikut hanya 1.775 anak,” katanya.
Menurut dia, upaya vaksinasi susulan sudah dipersiapkan. Rencananya pada 15-17 Mei dilaksaakan susulan program imunisasi tambahan di Puskesmas Pembantu Krajan atau lokasinya berada di samping kantor Kapanewon Kalasan.
“Harapannya bisa dioptimalkan lagi karena untuk memastikan tidak ada lagi penularan difteri di Tamanmartani,” kata Gandang.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, temuan kasus difteri di Tamanmartani merupakan yang pertama di Kabupaten Sleman. Upaya gerak cepat penanggulangan langsung dilakukan dengan program imunisasi.
“Penyakit ini bisa dicegah dengan imunisasi. Tapi kalau tidak mendapatkan vaksin bisa tertular yang penyebarannya melalui droplet mirip seperti Covid-19 atau TBC. Risiko terparah bisa menyebabkan kematian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.