Soal MBG dan Risiko Keracunan, Pemkab Gunungkidul Hanya Monitoring
Pemkab Gunungkidul menegaskan tidak berwenang memberi sanksi kepada SPPG dalam program MBG karena seluruh pengelolaan berada di BGN.
Ilustrasi vaksin - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan Sleman melakukan kegiatan sisir sekolah untuk pelaksanaan vaksinasi difteri tahap dua di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan. Hal ini dilakukan karena sasaran tidak sesuai dengan capaian pada saat vaksinasi pertama di awal April lalu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan, pascatemuan kasus difteri di pertengahan Maret 2024 di Kalurahan Tamanmartani, upaya pencegahan terus digalakkan. Salah satunya dengan memberikan vaksin anti difteri kepada anak-anak di Kawasan tersebut.
Ia menjelaskan, vaksinasi diberikan dalam tiga tahap. Tahap pertama, vaksin diberikan pada 6 April 2024. Adapun tahap kedua diberikan pada 4 Mei lalu. “Untuk tahap tiga diberikan enam bulan lagi,” kata Yuli, sapaan akrabnya kepada Harianjogja.com, Minggu (12/5/2024).
Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan vaksinasi tahap pertama tidak sesukses seperti pemberian imunisasi tahap pertama. Pasalnya, tingkat kehadiran hanya sekitar 65% dari target sasaran penerima vaksin. “Banyak yang tidak hadir,” katanya.
Untuk mengoptimalkan pelaksanaan vaksinasi tahap kedua dilakukan upaya sweping atau penyisiran ke sekolah-sekolah. Diharapkan capaian bisa meningkat sehingga upaya pencegahan dapat dioptimalkan.
“Sesuai dengan ketentuan dalam pencegahan. Vaksin difteri diberikan tiga kali. Jadi, bukan hanya sekali sehingga capaian akan terus ditingkatkan,” katanya.
Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata mengatakan, vaksinasi tahap kedua sudah dilakukan. Namun, ia mengakui capaian belum sesuai dengan sasaran.
“Targetnya ada sekitar 2.900an anak yang menerima vaksin, tapi yang ikut hanya 1.775 anak,” katanya.
Menurut dia, upaya vaksinasi susulan sudah dipersiapkan. Rencananya pada 15-17 Mei dilaksaakan susulan program imunisasi tambahan di Puskesmas Pembantu Krajan atau lokasinya berada di samping kantor Kapanewon Kalasan.
“Harapannya bisa dioptimalkan lagi karena untuk memastikan tidak ada lagi penularan difteri di Tamanmartani,” kata Gandang.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, temuan kasus difteri di Tamanmartani merupakan yang pertama di Kabupaten Sleman. Upaya gerak cepat penanggulangan langsung dilakukan dengan program imunisasi.
“Penyakit ini bisa dicegah dengan imunisasi. Tapi kalau tidak mendapatkan vaksin bisa tertular yang penyebarannya melalui droplet mirip seperti Covid-19 atau TBC. Risiko terparah bisa menyebabkan kematian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menegaskan tidak berwenang memberi sanksi kepada SPPG dalam program MBG karena seluruh pengelolaan berada di BGN.
Sekolah mahal belum tentu menjamin kesuksesan anak. Riset terhadap keluarga pengusaha sukses menemukan lima karakter utama yang justru lebih menentukan masa dep
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak warga mengawasi revitalisasi sekolah swakelola agar pembangunan sesuai kebutuhan.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat