Gedung Perpusda Baru Sleman Ditunda, RSUD Jadi Prioritas 2027
Pemkab Sleman menunda pembangunan gedung baru Perpusda pada 2027. Anggaran diprioritaskan untuk pembangunan RSUD Sleman yang dinilai lebih mendesak.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul menyampaikan bahwa ada satu jemaah calon haji (calhaj) laki-laki asal Gunungkidul, 67, terkena penyakit tuberkulosis (TBC) pada Kamis (11/4/2024). Saat ini, calhaj tersebut sedang menjalani proses pengobatan sebelum diantar ke Embarkasi Solo (SOC).
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan calhaj tersebut juga akan diperiksa lagi oleh dokter penerbangan SOC. “Kalau lolos pemeriksaan kesehatan, calon haji tersebut dapat berangkat. Kalau tidak ya tidak berangkat. Berisiko soalnya,” kata Ismono, Selasa (14/5/2024).
Kepala Kankemenag Gunungkidul, Sa’ban Nuroni membenarkan bahwa ada satu calhaj yang terkena TBC. Pihaknya juga telah melakukan konfirmasi dengan bidang haji dan umroh terkait calhaj tersebut. “Kami tahu belum lama ini. Saat pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji belum terdeteksi. Selang beberapa waktu yang bersangkutan batuk, kemudian periksa hasil pemeriksaan dokter yang bersangkutan didiagnosa TBC,” kata Sa’ban.
Sa’ban menambahkan calhaj tersebut telah mendapat perawatan dan pengobatan. Kankemenag mengaku masih ada 10 hari untuk menyiapkan calhaj tersebut agar siap untuk berangkat. Namun, dia menyerahkan hasil pengobatan tersebut ke hasil pemeriksaan di Embarkasi Solo.
BACA JUGA: Calon Haji Diminta Waspadai Cuaca Panas di Tanah Suci, Begini Tips dari Dinkes Gunungkidul
Dia berharap, calhaj tersebut tetap dapat berangkat. Pasalnya, kata dia TBC tidak menghambat calhaj itu untuk pergi ke Arab Saudi. “Kami juga masih menunggu. Nanti tanggal 25 Mei calhaj itu tetap ke Embarkasi Dohohudan Solo. Hasil pemeriksaan di embarkasi itu yang menentukan apakah yang bersangkutan bisa berangkat haji atau tidak,” katanya.
Sa’ban menjelaskan jumlah awal jemaah calon haji dari Gunungkidul yang masuk dalam gelombang dua kloter 52 pemberangkatan mencapai 319 jemaah. Dari jumlah tersebut, laki-laki ada sebanyak 152 orang dan perempuan ada 167 orang. Mereka akan kembali lagi ke Tanah Air pada Senin (8/7/2024).
Apabila melihat dari sisi umur jemaah, sebanyak 19 orang berumur 20-40 tahun, lalu 190 orang berumur 41-60 tahun, kemudian 104 orang berumur 61-80 tahun, dan enam orang berumur 81-83 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menunda pembangunan gedung baru Perpusda pada 2027. Anggaran diprioritaskan untuk pembangunan RSUD Sleman yang dinilai lebih mendesak.
Usulan penambahan lampu lalu lintas di Sleman yang diajukan sejak 2022 belum ditindaklanjuti. Dishub fokus pada keselamatan dan manajemen lalu lintas.
Myanmar mengesahkan UU anti-penipuan daring dengan ancaman hukuman mati. Jawa Barat tercatat menjadi provinsi dengan laporan scam tertinggi di Indonesia.
Tarif paket wisata Jip Lava Tour Merapi naik Rp50.000 sejak 10 Juni 2026 akibat lonjakan biaya BBM, oli, dan suku cadang kendaraan.
SMPN 1 Jetis Bantul menegaskan tidak terlibat jual beli seragam. Aduan ke ORI DIY disebut terjadi karena kesalahpahaman dengan paguyuban orang tua.
BMKG menyatakan El Nino telah masuk kategori kuat. Pemerintah memperkuat mitigasi kekeringan dan karhutla selama musim kemarau 2026.