Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Suasana pelepasan jemaah haji oleh Pemkab Kulonprogo yang didampingi Kemenag, Rabu (15/5/2024). / Harian Jogja-Triyo Handoko
Harianjogja.com, KULONPROGO—Jemaah haji dari Bumi Binangun mulai diberangkatkan pada Rabu (15/5/2024). Sebanyak 377 jemaah haji itu berangkat dari Aula Pemkab Kulonprogo ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah yang nantinya berangkat melalui Bandara Adi Sumarmo.
Pemberangkatan jemaah haji ini dilakukan Penjabat Bupati Ni Made Dwipanti Indrayanti yang didampingi Kemenag Kulonprogo. Data Kemenag menyebut terdapat 114 jemaah haji tergolong lansia, dengan jemaah yang paling tua berusia 90 tahun dari Kalurahan Banjaroya, Kapanewon Kalibawang. Sedangkan jemaah haji termuda berusia 24 tahun dari Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan.
Sebanyak 377 jemaah haji Kulonprogo ini diberangkatkan dalam dua kloter, yang pertama berangkat sebanyak 353 orang. Kloter pertama pemberangkatan ini juga didampingi tujuh orang petugas Kemenag Kulonprogo. Selanjutnya kloter kedua ada 24 jemaah haji yang berangkat pada 9 Juni nanti.
BACA JUGA: Mencicip Jajanan Khas Jogja di Pasar Ngasem, Wingko dan Bakpia yang Dimasak Pakai Arang
Ni Made dalam sambutan pelepasan haji ini berpesan agar para jemaah memperhatikan kesehatan dan peraturan serta ketentuan selama di tanah suci. Penjabat Bupati Kulonprogo ini juga mengutarakan harapannya agar kedepan di Bumi Binangun terdapat embarkasi haji sendiri.
"Agar pelayanan haji lebih mudah dan dekat apalagi fasilitas sudah mendukung dengan Bandara YIA," ujar Penjabat Bupati Kulonprogo itu. Tak lupa, Ni Made juga meminta doa para jemaah haji agar turut mendoakan pembangunan di Kulonprogo agar terus dapat berkembang.
Ratusan jemaah haji Kulonprogo yang berangkat itu merata tersebar di seluruh kapanewon. Data Kemenag Kulonprogo menyebut paling banyak jemaah berasal dari Kapanewon Wates sebanyak 53 orang, disusul Kapanewon Lendah dengan 52 jemaah, dan Kapanewon Panjatan terdapat 50 jemaah haji.
Sementara profesi jemaah haji Kulonprogo yang paling banyak adalah pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 192 orang, disusul ibu rumah tangga terdapat 36 jemaah haji, lalu petani atau nelayan sebanyak 28 orang. Kepala Kemenag Kulonprogo Wahib Jamil menjelaskan terdapat jemaah yang tak mengikuti kelompok bimbingan ibadah haji dan umroh (KBIH).
BACA JUGA: Kasus DBD di Bantul Meningkat Tajam, Dinkes Minta Masyarakat Lakukan PSN dan PHBS
"Yang tak mengikuti KBIH sebanyak 53 jemaah haji, sisanya sudah melakukan bimbingan," ungkap Wahib, Rabu siang.
Wahib menerangkan KBIH penting dilakukan untuk memastikan pengetahuan dan kesiapan jemaah dalam menunaikan ibadah haji. Selain KBIH, jelas Wahib, Kemenag Kulonprogo juga sudah melakukan delapan kali manasik haji. "Kalau manasik sudah semua, karena jumlah yang kami adakan juga banyak ada delapan kali," katanya.
Meskipun begitu, Wahib optimis seluruh jemaah haji akan optimal dalam ibadahnya karena didampingi petugas juga. "Petugas nanti akan membantu secara maksimal, tidak hanya tujuh orang ini saja tapi ada petugas dari satuan dan kelompok lain yang dipastikan optimal pelayanannya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.