Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran di Sleman, Kejadian Capai 61 Kasus
Kebakaran di Sleman melonjak saat musim kemarau. Hingga 14 September 2026 tercatat 61 kejadian, mayoritas merupakan kebakaran lahan.
SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasional I sedang mengevakuai dua awak perahu motor tempel jenis jukung yang hilang dua hari lalu di Dermaga Pantai Sadeng, Kalurahan Songbanyu, Girisubo, Gunungkidul, Minggu (19/5/2024). Istimewa/SAR Satlinmas Wilops I
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perahu Motor Tempel (PMT) jenis Jukung bernama Gama Putra 01 yang mengangkut dua awak yaitu Samuri dan Pardi yang hilang akhirnya ditemukan di perairan Pantai Baron pada Minggu (19/5/2024) pukul 07.44 WIB. Sebelumnya, kapal motor tersebut bersama dua awaknya dilaporkan hilang misterius di perairan pantai Sadeng, Gunungkidul sejak Jumat (17/5/2024) lalu.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1, Sunu Handoko Bayu Sagara mengatakan saat ditemukan, PMT Jukung tersebut terombang-ambing di tengah samudera hindia. Menurut Sunu, pencarian hari kedua atau Minggu (19/5/2024) dimulai pukul 06.30 WIB menggunakan dua perahu jukung. Sebelumnya, tim pencarian malam telah lebih dulu menyisir perairan laut Gunungkidul.
BACA JUGA: 2 Nelayan Pantai Sadeng Gunungkidul Hilang Misterus, Begini Kronologinya
Tidak lama setelah tim pencarian pagi turun, mereka mendengar kabar bahwa tim pencarian malah telah menemukan korban dalam keadaan selamat sejauh 15 mil dari darat Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari pada Minggu (19/5/2024) pukul 07.44 WIB.
PMT Jukung yang hilang tersebut ternyata terombang-ambing di tengah samudera dan tidak dapat kembali lantaran mesin perahu bermasalah. Setelah tim melihat perahu di tengah samudera, tim lantas menarik PMK Jukung ke Dermaga Pantai Sadeng pukul 12.50 WIB.
Penarikan kapal itu memang lama karena arus laut begitu deras ke arah barat dan angin mulai muncul. "Setelah tiba di dermaga, korban kemudian dibawa ambulans ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan medis. Soalnya korban dalam kondisi lemas,” kata Sunu dihubungi Minggu (19/5/2024)
Sebelumnya, Sunu menjelaskan PMT Jukung dengan dua awak tersebut turun melaut pada Jumat (17/5) pukul 16.00 WIB. Seharusnya, mereka akan mendarat pukul 00.00 WIB. Namun, dua nelayan itu tak juga mendarat hingga Sabtu (18/5) pukul 06.30 WIB. Pemilik PMT Jukung itu lantas melapor kepada tim SAR dan Polair Sadeng. Pencarian kemudian dimulai dengan lima tim.
Tim pertama mulai melakukan pencarian pukul 07.00 WIB menggunakan dua perahu jukung dengan bantuan dari nelayan. Mereka menyisir ke arah barat hingga barat Pantai Baron. Tak berselang lama, tim kedua, SAR dan Polair, menggunakan kapal patroli Polair menyisir jalur yang sama seperti tim pertama, namun melalui jalur tengah.
Tim ketiga, SAR, Polair, dan nelayan Pantai Sadeng menyisir ke arah timur dan barat melalui jalur tengah menggunakan kapal sekoci pukul 11.00 WIB. Tim keempat, SAR Pantai Siung, menyisir ke arah barat melalui sisi pinggir laut menggunakan perahu jukung.
Tim kelima, nelayan-nelayan, menggunakan empat perahu jukung melakukan pencarian di tengah laut dengan teknis terpencar. Terakhir, tim keenam juga dilakukan nelayan menggunakan dua kapal sekoci yang berangkat pukul 18.00 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran di Sleman melonjak saat musim kemarau. Hingga 14 September 2026 tercatat 61 kejadian, mayoritas merupakan kebakaran lahan.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Jalur pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani masih ditutup sementara setelah kebakaran berdampak pada 1.098,75 hektare kawasan.
Dugaan politik uang Pilur Panggungharjo belum dapat disimpulkan. Bawaslu Bantul meminta penanganan mengacu regulasi Pilur.