Krisis Air Bersih Mengancam, Gunungkidul Petakan Sumber Air Baru
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Sapi, hewan kurban - Ilustrasi freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman menyebut lalu lintas ternak jelang perayaan Iduladha bakal mengalami peningkatan. Upaya pengawasan pun akan ditingkatkan untuk menghindari persebaran penyakit pada hewan ternak.
Sebagaimana diketahui bersama pada Februari lalu sempat merebak di perbatasan Sleman Gunungkidul tepatnya di Padukuhan Kalinongko Kidul, Gayamharjo, Prambanan. Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono mengatakan, jumlah populasi ternak siap potong di Sleman tidak akan mencukupi kebutuhan untuk memenuhi hewan kurban dalam perayaan Iduladha.
“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kami kekurangan stok ternak untuk kurban,” kata Pram, sapaan akrabnya, Senin (20/5/2024).
BACA JUGA: Hari Ini Harga Telur, Beras dan Cabai Cenderung Mahal
Dampak dari permasalahan ini, maka pada saat jelang perayaan Kurban akan banyak lalu lintas ternak dari luar daerah. Tujuannya agar kebutuhan hewan kurban bisa terpenuhi.
“Mendatangkan ternak dari luar daerah menjadi opsi agar kebutuhan hewan kurban bisa dipenuhi. Contohnya, domba banyak didatangkan dari Wonosobo, Magelang dan lainnya. Sedangkan untuk sapi banyak mendatangkan dari Gunungkidul, Klaten dan lainnya,” katanya.
Laju lalu lintas ternak yang semakin tinggi, maka potensi persebaran penyakit pada hewan juga semakin meningkat. Oleh karenanya, upaya pengawasan terus dilakukan agar potensi penularan bisa ditekan.
Pra mengungkapkan, untuk pencegahan sudah menyiapkan personel pengawasan. Rencananya mulai awal Juni mengintesifkan pengawasan ke pasar hewan, kelompok ternak hingga lokasi pasar hewan kurban.
“Tahun lalu ada 359 lokasi penjualan hewan kurban. Untuk pengawasan kami sudah menyiapkan ratusan personel,” katanya.
Menurut dia, pengawasan di lokasi penjualan hewan kurban untuk memastikan kondisi ternak sehat yang ditandai dengan pemberian surat keterangan Kesehatan hewan. “Kami juga melakukan sosialisasi di 17 kapanewon,” katanya.
Pram berharap dengan upaya pengetatan pengawasan maka potensi persebaran penyakit pada hewan dapat dicegah. “Belum lama ini sempat ada kasus antraks dan ini juga harus diwaspadai,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan untuk pencegahan dan penanggulangan antraks di Bumi Sembada akan terus dilakukan. Ia meminta program vaksinasi bisa dioptimalkan sehingga persebaran kasus dapat benar-benar dikendalikan.
Selain itu, ia meminta kepada Masyarakat untuk melaporkan setiap kejadian ternak sakit ke pos Kesehatan hewan terdekat. “Jangan disembelih karena bisa menjadi penyebab persebaran penyakit. Kalau ada yang sakit segera laporkan agar bisa secepatnya ditangani dan jangan disembelih karena berpotensi menularkan penyakit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
Galaxy Watch Ultra2, smartwatch yang memadukan fitur pendukung aktivitas luar ruang dengan insight kesehatan berbasis AI melalui Samsung Health.
ESDM menyatakan Indonesia masih bertahan dalam survival mode menghadapi gejolak harga minyak dunia akibat konflik geopolitik.
KAI Daop 6 Jogja masih mencatat 14 pelintasan liar hingga Juli 2026. Delapan titik ditutup tahun ini, total 42 perlintasan ditutup sejak 2023.
Survei SMRC menunjukkan hanya 15,7% masyarakat menilai ekonomi Indonesia baik, sementara penilaian negatif terhadap ekonomi dan hukum meningkat.