Butuh 7 Ribu Ternak Kurban, Dinas Pertanian Kulonprogo: Hewan Luar Daerah Wajib SKKH
Ilustrasi kesehatan hewan ternak. Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kebutuhan hewan ternak untuk kurban di Bumi Binangun pada 2024 ini diperkirakan sekitar 7.000 ekor. Meliputi 3.000 ekor sapi dan 4.000 ekor kambing, kebutuhan itu optimis dapat dipenuhi dari peternak lokal.
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo menyebut meskipun dapat memenuhi kebutuhan kurban dengan ternak lokal tetapi membuka kemungkinan masuknya hewan dari luar daerah. Lantaran belum tentu peternak menjual hewannya saat kurban 2024 ini.
Kepala DPP Kulonprogo Drajat Purbadi pada Senin (20/5/2024) menjelaskan sebagian besar peternak di wilayahnya punya jadwal tersendiri untuk menjual hewannya. "Sebagian sudah dijadwalkan akan dijual kapan, penjadwalan penjualan sesuai kebutuhan masing-masing peternak. Misalnya untuk bayar sekolah anaknya, maka akan dijual saat itu," terangnya.
Drajat menerangkan kondisi tersebut mengakibatkan upaya pemenuhan hewan kurban dilakukan dengan membuka ternak luar daerah masuk Kulonprogo untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Meskipun membuka keran hewan ternak luar daerah, DPP Kulonprogo juga mewajibkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) bagi setiap ternak yang masuk wilayahnya.
Baca Juga
Jelang Hari Raya Kurban, DPKP DIY Pastikan Hewan Ternak Aman Dikonsumsi
Pemkab Bantul Ajukan Vaksin Antraks untuk 500 Hewan Ternak
Dinas Peternakan Gunungkidul Cek Sampel Darah Ternak Mati Diduga Antraks
SKKH bagi ternak luar daerah yang masuk Kulonprogo diterapkan agar mengantisipasi adanya penularan penyakit. "Kalau hewan ternak lokal tidak perlu SKKH, yang wajib dari luar daerah," tegas Drajat.
Pantauan untuk memastikan pemenuhan kewajiban SKKH ternak luar daerah ini juga sudah disiagakan DPP Kulonprogo. Petugas DPP Kulonprogo sudah mulai bersiaga di beberapa titik strategis lalu lintas ternak luar daerah di Bumi Binangun.
Salah satunya di Pasar Hewan Terpadu Pengasih, jelas Drajat, dimana nanti hewan luar daerah akan diperiksa intensif. "Tapi kami mendorong agar kurban lebih baik menggunakan ternak lokal supaya ekonomi juga dapat meningkat pertumbuhannya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share