SE Mendikdasmen Terbit, 549 Guru Honorer Sragen Terancam Tergusur
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Warga Kota Jogja mengantre membuang sampah di Depo Sampah Mandala Krida Jogja, Selasa (21/5/2024) pagi. /Harian Jogja-Sugeng Pranyoto.
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Kota Jogja rela mengantre untuk membuang sampah di Depo Sampah Mandala Krida Jogja, Selasa (21/5/2024) pagi. Mereka mengungkap antrean itu terjadi karena depo tersebut sudah penuh sesak dengan sampah sehingga ditutup.
Salah satu warga yang ikut mengantre menuturkan ia biasa membuang sampah di depo tersebut lewat pintu gerbang. Akan tetapi karena depo sampah sudah penuh dengan sampah dan belum dibuang, sehingga ditutup oleh petugas. Warga yang mau tidak mau harus membuang sampah kemudian melewati sela-sela pagar sempit untuk memasukkan sampah ke dalam depo.
BACA JUGA : 60 Ton Sampah Kota Jogja Akan Diolah di Bantul
Oleh karena itu terjadi antrean panjang karena warga harus bergantian untuk melewati pagar sempit ketika akan membuang sampah.
"Jadi karena depo penuh, maka warga tidak bisa buang lewat gerbang. Pintu yang biasanya untuk akses juga tidak bisa dipakai karena overload. Itu akses yang dipakai hanya sela-sela pagar. Warga yang masuk area depo dan keluar harus gantian karena sempit," katanya di lokasi Depo Sampah Mandala Krida.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com sekitar pukul 07.00 WIB warga berdatangan di Depo Mandala Krida dengan membawa bungkusan sampa seperti plastik berukuran besar. Sampah-sampah itu dibawanya dari rumah menggunakan motor setelah tidak ada lagi petugas sampah yang mengambil seiring ditutupnya TPA Piyungan.
Pemda DIY menerapkan kebijakan desentralisasi pengelolaan sampah dengan menyerahkan kepada kabupaten dan kota serta menutup TPA Piyungan. Pemkot Jogja saat ini mengebut pembangunan TPS3R di Kranon dan Karangmiri. Pembangunan TPS3R ini menggunakan danais sebesar Rp2,4 miliar untuk TPS3R Kranon dan Rp4,1 miliar untuk Karangmiri.
BACA JUGA : Antrean Panjang Warga Buang Sampah di Depo Mandala Krida Kota Jogja
"Total sampah di Kota Jogja yang harus ditangani dikisaran 180 ton setiap harinya, sedang tiga TPS 3R tersebut hanya bisa mengolah sampah total 120 ton per hari. Rinciannya Nitikan 70 ton, Kranon 30 ton, dan Karangmiri 30 ton," kata Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Persampahan DLH Kota Jogja Ahmad Haryoko sebagaimana dikutip Humas Pemda DIY Jumat (17/5/2024) lalu.
Adapun sisa 60 ton dikerja samakan dengan swasta. TPS 3R Kranon sudah dioperasionalkan terbatas sebab masih perlu penyesuaian. Selain membangun TPS 3R, masyarakat diimbau terus menjalankan gerakan nol sampah terutama untuk sampah anorganik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.