Tarif Air Curah DIY Bakal Naik, Pelanggan Bantul Waswas
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dua pejabat teras di lingkungan Pemda DIY akan dilantik menjadi penjabat (Pj) Walikota Jogja dan Pj Bupati Kulonprogo pada hari ini, Rabu (22/5/2024).
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi akan dilantik menjadi Pj Bupati Kulonprogo dan Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat Sugeng Purwanto sebagai Pj Walikota Jogja.
Keduanya akan mengganti posisi Pj sebelumnya yakni Pj Walikota Jogja Singgih Raharjo dan Pj Bupati Kulonprogo Ni Made Dwipanti karena masa jabatan habis pada 22 Mei ini. Keduanya akan kembali bertugas di posisi semula.
BACA JUGA: Hasil Survei Elektabilitas Bakal Calon Bupati Bantul, Begini Penjelasan DPD Golkar Bantul
Sugeng Purwanto yang akan dilantik sebagai Pj Wali Kota Jogja mengatakan tidak merasa gugup menjalani pelantikan. Dirinya sudah menjalani gladi bersih di Bangsal Kepatihan Kompleks Kepatihan pada Selasa sore ini.
"Nggak, nggak degdegan, ora ngerti opo-opo malah ora deg-degan (tidak gugup, karena tidak tahu apa-apa)," katanya ketika ditanya wartawan disela gladi bersih di Kompleks Kepatihan, Selasa (21/5/2024)
Sugeng yang mengenakan busana batik berwarna cokelat itu pun enggan menjawab pertanyaan lainnya lantaran terburu-buru akan melanjutkan latihan terakhir. "Wes sesok wae ya (udah besok saja ya)," ujarnya.
Sementara Siwi yang mengenakan busana seragam berwarna biru terang itu pun mengaku tak bersedia diwawancara. Dia pun hanya berjalan didampingi suami dan anaknya meninggalkan Bangsal Kepatihan usai gladi bersih selesai. "Besok (hari ini) saja ya," ucapnya.
Terpisah, DPRD DIY meminta dua pejabat Pemda DIY yang akan dilantik sebagai Pj Bupati Kulonprogo dan Pj Walikota Jogja yang baru dilantik berkomitmen menyelesaikan masalah daerah masing-masing. Mereka diberikan tanggung jawab yang sama seperti kepala daerah lain yakni untuk melayani masyarakat.
"Meskipun menjabatnya sebentar tapi harus komitmen untuk menyelesaikan persoalan wilayah masing-masing," kata Anggota Komisi A DPRD DIY Yuni Satia Rahayu, Selasa (21/5/2024).
BACA JUGA: Kembali Usung Kustini di Pilkada Sleman, PAN Tak Buka Penjaringan Bakal Calon Bupati
Yuni mengatakan, Pj Bupati Kulonprogo dan Pj Walikota Jogja yang baru harus bisa mengawal pelaksanaan Pilkada 2024 agar berjalan dengan kondusif di wilayahnya masing-masing. Ini bisa dilakukan dengan mengevaluasi pelaksanaan Pemilu 2024 lalu dan mengatasi potensi konflik yang nantinya mungkin muncul.
"Kami berharap Pj yang dipilih bisa mengawal Pilkada agar berjalan dengan lancar, demokrasi bisa dijaga dengan baik dan jangan sampai perjuangan reformasi sia-sia. Pj yang baru juga diharapkan bisa menjaga demokrasi di DIY, netral dan tidak memihak ke salah satu paslon," ujarnya.
Selain itu, Yuni juga meminta kepada Pj Walikota Jogja yang baru untuk segera menyelesaikan persoalan sampah. Menurutnya masalah ini sudah berlarut-larut tanpa solusi yang efektif dan cepat.
"Harus ada satu tindakan progresif untuk bisa mengatasi masalah sampah, kalau tidak segera Kota Jogja yang selama ini jadi simbol pariwisata DIY jadi tercemar. Sekarang saja sudah banyak di sosmed bagaimana kritik masyarakat soal sampah ini," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Elon Musk kalah dalam gugatan terhadap Sam Altman dan OpenAI. Juri menilai gugatan terlambat, Musk siap ajukan banding.
Cristiano Ronaldo masuk skuad Portugal di Piala Dunia 2026. Ini daftar lengkap pemain dan peluang juara Selecao das Quinas.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.