Lawan Iran Jadi Ujian Terakhir, Timnas Voli Putra Indonesia Kejar Tiket Perempat Final
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Meski nilai tanah di Bantul mengalami peningkatan, hal itu tidak membuat transaksi jual beli tanah di Bumi Projotamansari menurun.
Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Bantul bahkan mencatat, selama Januari hingga Mei 2024, ada 5.000-an transaksi jual beli tanah. "Data di kami dari Januari hingga saat ini ada 5.000 transaksi jual beli tanah. Untuk sebaran per bulan, bervariasi," kata Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Penetapan BPKPAD Kabupaten Bantul, Anggit Nur Hidayat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/5/2024).
Terkait dengan transaksi jual beli tanah paling banyak, Anggit mengaku biasanya terjadi jelang pergantian tahun atau bulan Desember. "Karena kan mereka takut tahun depan ada kebijakan baru dari pemerintah. Jadi jumlahnya biasanya meningkat di bulan Desember," terang Anggit.
Baca Juga
Nilai Tanah di Bantul: Ini Kawasan yang Nilainya Tertinggi dan Terendah
Harga Tanah Sepanjang JJLS Wilayah Bantul Mulai Naik, Segini Besarannya
Harga Tanah di Sekitar JJLS Bantul Melonjak, dari Rp350.000 Jadi Rp2 Juta per Meter
Berdasarkan survei penawaran nilai tanah beberapa waktu lalu, Anggit mengungkapkan saat ini untuk kawasan aglomerasi (Banguntapan, Sewon dan Kasihan), nilai jual tanah tertinggi ada di tepi Jalan Gedongkuning, Banguntapan. Nilai tanah disana saat ini mencapai Rp6 juta per meter persegi.
Nilai tersebut hampir sama dengan kawasan di Ringroad Timur Banguntapan dengan nilai Rp6 juta per meter persegi. Sementara nilai tanah untuk pinggir jalan ringroad sekitar UMY, Tamantirto, Kasihan antara Rp5 sampai 6 juta per meter persegi. Untuk kawasan Ringroad di kawasan Sewon, nilai tanah sekitar Rp4 juta per meter persegi. Sedangkan untuk Jalan Bantul, nilainya mulai Rp4 sampai Rp5 juta per meter persegi.
"Harga itu untuk yang ada di tepi jalan raya, ya. Tentu nilainya akan berbeda. Tergantung aksesnya," katanya.
Menurut dia, tingginya nilai tanah dipengaruhi banyak hal. Mulai dari lokasi, bentuk dan luasan. Untuk nilai tanah di pinggir jalan akan lebih tinggi dibandingkan dengan tanah yang tidak memilki akses.
Selain itu, Anggit juga melihat nilai tanah juga dipengaruhi dengan ada tidaknya kawasan perumahan di wilayah tersebut. Sebab, diakuinya keberadan perumahan, cukup mendongkrak nilai tanah di suatu kawasan.
Ia mencontohkan nilai tanah di Sedayu, Pajangan, dan sekitaran Bangunjiwo serta Guwosari saat ini mengalami peningkatan karena banyaknya perumahan di kawasan tersebut.
"Jadi ada andilnya juga, keberadaan perumahan. Seperti Sedayu itu nilainya sekarang tinggi," ungkap Anggit.
Dia memastikan untuk nilai tanah di Sedayu saat ini lebih tinggi dibandingkan tiga kapanewon di pesisir Selatan Bantul seperti Kretek, Sanden dan Srandakan. Padahal, nilai tanah di tiga kapanewon tersebut saat ini telah terdongkrak setelah keberadaan jalur jalan lintas selatan (JJLS). "Dulu di sana (sebelum ada JJLS) nilainya hanya Rp300.000, saat ini lebih dari Rp1 juta," katanya.
Sementara untuk nilai tanah yang berada di kawasan episentrum gempa 2006, yakni kawasan Pundong, Anggit mengaku saat ini juga mengalami peningkatan. Apalagi, saat ini mulai ada yang membangun perumahan dengan skala kecil di kawasan tersebut. "Jadi adanya stigma jika kawasan tersebut rawan gempa tidak berpengaruh sekarang," ungkapnya.
Hal ini, kata dia, berbeda dengan nilai tanah di Dlingo. Di kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Gungkidul tersebut, masih ada harga tanah dengan nilai ratusan ribu. Karena, kata Anggit di kawasan tersebut masih berupa pegunungan. "Apalagi yang tidak ada akses jalan. Pasti nilainya lebih rendah," ucap Anggit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.