McLaren Tegaskan Tak Takut Kehilangan Piastri dan Norris
McLaren tanggapi rumor Piastri dan Norris di F1 2026, Zak Brown sebut semua tim ingin keduanya di tengah isu Red Bull.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Meski nilai tanah di Bantul mengalami peningkatan, hal itu tidak membuat transaksi jual beli tanah di Bumi Projotamansari menurun.
Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Bantul bahkan mencatat, selama Januari hingga Mei 2024, ada 5.000-an transaksi jual beli tanah. "Data di kami dari Januari hingga saat ini ada 5.000 transaksi jual beli tanah. Untuk sebaran per bulan, bervariasi," kata Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Penetapan BPKPAD Kabupaten Bantul, Anggit Nur Hidayat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/5/2024).
Terkait dengan transaksi jual beli tanah paling banyak, Anggit mengaku biasanya terjadi jelang pergantian tahun atau bulan Desember. "Karena kan mereka takut tahun depan ada kebijakan baru dari pemerintah. Jadi jumlahnya biasanya meningkat di bulan Desember," terang Anggit.
Baca Juga
Nilai Tanah di Bantul: Ini Kawasan yang Nilainya Tertinggi dan Terendah
Harga Tanah Sepanjang JJLS Wilayah Bantul Mulai Naik, Segini Besarannya
Harga Tanah di Sekitar JJLS Bantul Melonjak, dari Rp350.000 Jadi Rp2 Juta per Meter
Berdasarkan survei penawaran nilai tanah beberapa waktu lalu, Anggit mengungkapkan saat ini untuk kawasan aglomerasi (Banguntapan, Sewon dan Kasihan), nilai jual tanah tertinggi ada di tepi Jalan Gedongkuning, Banguntapan. Nilai tanah disana saat ini mencapai Rp6 juta per meter persegi.
Nilai tersebut hampir sama dengan kawasan di Ringroad Timur Banguntapan dengan nilai Rp6 juta per meter persegi. Sementara nilai tanah untuk pinggir jalan ringroad sekitar UMY, Tamantirto, Kasihan antara Rp5 sampai 6 juta per meter persegi. Untuk kawasan Ringroad di kawasan Sewon, nilai tanah sekitar Rp4 juta per meter persegi. Sedangkan untuk Jalan Bantul, nilainya mulai Rp4 sampai Rp5 juta per meter persegi.
"Harga itu untuk yang ada di tepi jalan raya, ya. Tentu nilainya akan berbeda. Tergantung aksesnya," katanya.
Menurut dia, tingginya nilai tanah dipengaruhi banyak hal. Mulai dari lokasi, bentuk dan luasan. Untuk nilai tanah di pinggir jalan akan lebih tinggi dibandingkan dengan tanah yang tidak memilki akses.
Selain itu, Anggit juga melihat nilai tanah juga dipengaruhi dengan ada tidaknya kawasan perumahan di wilayah tersebut. Sebab, diakuinya keberadan perumahan, cukup mendongkrak nilai tanah di suatu kawasan.
Ia mencontohkan nilai tanah di Sedayu, Pajangan, dan sekitaran Bangunjiwo serta Guwosari saat ini mengalami peningkatan karena banyaknya perumahan di kawasan tersebut.
"Jadi ada andilnya juga, keberadaan perumahan. Seperti Sedayu itu nilainya sekarang tinggi," ungkap Anggit.
Dia memastikan untuk nilai tanah di Sedayu saat ini lebih tinggi dibandingkan tiga kapanewon di pesisir Selatan Bantul seperti Kretek, Sanden dan Srandakan. Padahal, nilai tanah di tiga kapanewon tersebut saat ini telah terdongkrak setelah keberadaan jalur jalan lintas selatan (JJLS). "Dulu di sana (sebelum ada JJLS) nilainya hanya Rp300.000, saat ini lebih dari Rp1 juta," katanya.
Sementara untuk nilai tanah yang berada di kawasan episentrum gempa 2006, yakni kawasan Pundong, Anggit mengaku saat ini juga mengalami peningkatan. Apalagi, saat ini mulai ada yang membangun perumahan dengan skala kecil di kawasan tersebut. "Jadi adanya stigma jika kawasan tersebut rawan gempa tidak berpengaruh sekarang," ungkapnya.
Hal ini, kata dia, berbeda dengan nilai tanah di Dlingo. Di kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Gungkidul tersebut, masih ada harga tanah dengan nilai ratusan ribu. Karena, kata Anggit di kawasan tersebut masih berupa pegunungan. "Apalagi yang tidak ada akses jalan. Pasti nilainya lebih rendah," ucap Anggit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
McLaren tanggapi rumor Piastri dan Norris di F1 2026, Zak Brown sebut semua tim ingin keduanya di tengah isu Red Bull.
Africa CDC memperingatkan 10 negara Afrika berisiko terdampak wabah Ebola setelah lonjakan kasus di Republik Demokratik Kongo.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Pencerita kuliner Ade Putri Paramadita merekomendasikan Selat Solo sebagai inspirasi olahan daging Iduladha dengan cita rasa akulturasi Jawa dan Belanda
Balai Besar TNBTS menutup seluruh wisata Gunung Bromo pada 30 Mei hingga 2 Juni 2026 selama pelaksanaan ritual Yadnya Kasada.
Pertamina Hulu Energi memperkuat ketahanan energi nasional lewat strategi dual growth dengan pengembangan migas dan bisnis rendah karbon.