PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Foto ilustrasi pemilahan sampah botol plastik - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pengelolaan sampah di TPS 3R di Padukuhan Bawuk, Minomartani, Ngaglik dikeluhkan warga. Pengolahan terkesan seadanya karena hanya ditumpuk di pinggir sungai sehingga menimbulkan bau yang tak sedap.
Salah satu keluhan berkaiatan pengelolaan TPS 3R Minomartani disuarakan oleh Ria, warga Padukuhan Tiyasan, Condongcatur, Depok. Meski berbeda kalurahan, ia mengakui jarak rumah dengan lokasi TPS hanya sekitar 300 meter dan terpisah oleh aliran sungai.
“Memang lokasinya berada di wilayah perbatasan antar kalurahan,” kata Ria kepada Harianjogja.com, Jumat (24/5/20204).
Dia menjelaskan keberadaan TPS 3R sudah lumayan lama. Namun keluhan muncul belum lama karena hampir bersamaan dengan ditutupnya TPA Piyungan di awal Mei ini.
“Sebelumnya tidak ada masalah, tapi sekarang banyak warga di tempat kami yang mengeluh. Ini kami sedang mengumpulkan tanda tangan warga untuk menyampaikan keluhan berkaitan dengan pengelolaan,” katanya.
Menurut Ria, pengelolaan terkesan seadanya. Hal ini terlihat adanya tumpukan sampah di pinggir sungai. Kondisi tersebut pun mulai menimbulkan dampak adanya bau tidak sedap hingga kemunculan lalat.
“Baunya sampai tempat kami. Padahal di sini ada berbagai usaha warga. Jelas, ini sangat berpengaruh,” ujarnya.
Baca Juga
Model TPS3R Kupas Panggungharjo Bisa Jadi Solusi soal Sampah
Kelola 2.000 KK, TPS3R Panggungharjo Kurangi 80 Persen Volume Sampah
Daftar 50 Lokasi Bank Sampah di Wilayah Sleman
Ria berharap pengelolaan di TPS 3R Minomartani bisa sesuai dengan prosedur sehingga tidak terkesan asal buang, tanpa proses pemilahan. Ia tidak menampik adanya kebijakan dari Gubernur DIY, Sri Sultan HB X yang memperbolehkan tanah kas desa atau Sultan Ground dipergunakan mengolah sampah.
Hanya, sambung dia, cara pengolahan harus dilakukan dengan benar dan bukan asal buang. “Adanya alasan untuk menimbun supaya tidak longsor, tetap tidak dibenarkan. Yang kami mau, sampah diolah dengan benar sehingga tidak menimbulkan bau atau masalah yang lainnya,” katanya.
Terpisah, Lurah Minomartani, Edi Suroto saat dikonfirmasi mengaku belum tahu menahu berkaitan dengan keluhan tentang pengelolaan sampah di TPS 3R Minomartani. Ia berdalih hingga saat ini berjalan dengan baik dikarenakan belum ada laporan atau keluhan terkait dengan permasalah tersebut.
“Saya baru tahu dan media. Kalau memang ada keluhan silahkan buat aduan, pasti kami akan menindaklanjuti,” katanya.
Menurut dia, pengelolaan TPS 3 R ada pengelolanya tersendiri. Meski demikia, ia juga berjanji akan mengecek ke lokasi terkait dengan kebenaran mengenai keluhan yang disuarakan warga.
“Segera kami cek ke lokasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Pertamina tambah 1,5 juta tabung LPG 3 kg di Jateng dan DIY jelang Iduladha 2026, stok dipastikan aman.
Rekomendasi parfum Mine Perfumery 2026, aroma premium lokal dengan wangi tahan lama dan karakter elegan.
DIY menempati peringkat pertama nasional hasil TKA 2026 jenjang SD dan SMP dengan capaian nilai tertinggi nasional.
Cek jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026. Tarif Rp80.000, rute strategis, tanpa transit, solusi transportasi praktis.
Resep lempah iga sapi khas Bangka Belitung, olahan daging kurban segar, gurih, dan anti enek untuk Iduladha.