Penjabat Walikota Jogja Sebut Saba Kemantren Bisa Jadi Paket Wisata Menarik

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Selasa, 28 Mei 2024 04:47 WIB
Penjabat Walikota Jogja Sebut Saba Kemantren Bisa Jadi Paket Wisata Menarik

Suasana tradisi upacara tetesan ya g diselenggarakan oleh warga Kampung Pakuncen RW 04, Kelurahan Pakuncen Kemantren Wirobrajan. Dok. Ist

Harianjogja.com, JOGJA- Penjabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto menyebut Kota Jogja punya berbagai potensi pariwisata yang bisa ditawarkan kepada wisatawan.

Tak hanya berfokus pada kawasan favorit seperti Tugu, Malioboro, dan Kraton saja. Wisatawan bisa diajak untuk mendalami sejarah dan potensi di 14 kemantren di Kota Jogja. Ini bisa dikemas dalam bentuk "Saba Kemantren". Menurut Sugeng, tak ada kemantren yang tak punya cerita di baliknya.

"Dari namanya saja sudah ada maknanya. Mantrijeron, Ketanggungan, di balik itu ada makna dan artinya. Kan tidak ada kampung di kita itu yang tidak menarik. Pringgokusuman misalnya, jadi tempat lenggahnya Pringgokusumo," kata Sugeng, Senin (27/5).

Dia meyakini, jika program semacam Saba Kemantren ini bisa menjadi paket wisata, maka akan turut meningkatkan length of stay atau lama tinggal wisatawan di Kota Jogja. Misalnya, dalam satu kali kunjungan, wisatawan bisa menyambangi 3-4 kemantren. Maka, lama tinggal wisatawan di Kota Jogja paling tidak bisa mencapai 3 hari.

"Sekali datang 3 lokasi atau 4, kalau itu dikemas mubeng itu thok, 3 dina itu kecekel. Tapi bagaimana mengemas itu menjadi menarik. Rasah sing liya-liyane, 3 hari sendiri di Kota Jogja. Belum multi player effect masyarakat di kampung. Ada kulinernya, urip kabeh secara ekonomi," imbuhnya.

BACA JUGA: Long Weekend, Saatnya Liburan! Ini Dia Rekomendasi Tempat-Tempat Wisata Seru di Jogja

Sugeng menyebut pengemasan sejarah hingga potensi ke 14 kemantren inilah yang menjadi tantangan. Namun dia mengatakan, akan lebih baik jika ada satu tempat yang diberi fasilitas sound dan lighting. Wisatawan bisa mengakses informasi terkait seluk beluk kemantren dengan mudah.

"Kalau dibuatkan light and sound, ada rumah kecil, wisatawan tinggal pencet. Pringgokusuman itu apa, misalnya. Kita punya kampung-kampung, kita punya cerita di mana itu bisa di light and sound. Wisatawan asing yang memang minded akan lebih senang seperti itu. Mereka akan return," ungkapnya.

Sugeng menuturkan dia akan menjalin komunikasi dengan OPD terkait untuk pengembangan pariwisata di Kota Jogja.

"Coba nanti, ini kan baru hari pertama saya masuk kerja. Nanti tak tonton, kalau yang seperti itu belum terangkat, yo mengko tak angkate. Minus yang lain-lain, wis paket Saba Kemantren," tuturnya. (Alfi Annissa Karin)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online