Agar Bisa Bersaing untuk Dapatkan Siswa, Dewan Minta Sekolah Swasta di Bantul Tingkatkan Mutu dan Kualitas

Jumali
Jumali Kamis, 06 Juni 2024 11:57 WIB
Agar Bisa Bersaing untuk Dapatkan Siswa, Dewan Minta Sekolah Swasta di Bantul Tingkatkan Mutu dan Kualitas

Sekolah, PPDB - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, BANTUL—Komisi D DPRD Bantul meminta kepada sekolah swasta untuk jenjang SMP meningkatkan mutu dan kualitasnya, agar mampu bersaing dengan sekolah negeri dalam mendapatkan siswa.

Hal ini menyusul adanya keluhan dari sejumlah kepala sekolah swasta di Bantul yang mengaku dalam beberapa tahun terakhir kekurangan siswa.

"Jadi sebenarnya tidak hanya sekolah swasta, sekolah negeri juga harus meningkatkan mutu dan kualitasnya. Karena mutu dan kualitas ini kurang maka, akan melahirkan anak-anak yang kurang," kata Ketua Komisi D DPRD Bantul, Suratman, Kamis (6/6/2024).

Menurut politisi PDIP ini, penurunan siswa yang mendaftar di sekolah SMP swasta sejatinya bukan karena adanya penerapan PPDB untuk SMP negeri. Akan tetapi, lebih kepada berhasilnya program KB, sehingga membuat jumlah anak mengalami penurunan.

"Saya apresiasi apa yang dilakukan oleh sekolah swasta. Jadi tidak bisa disalah-salahkan. Ini adalah bentuk keberhasilan program KB," terang Suratman.

Ke depan, ia berharap agar ada laporan dari masing-masing sekolah terkait dengan siswa kurang pandai. Siswa yang kurang pandai ini kedepan harus menjadi fokus dari dinas dan sejumlah pihak untuk bagaimana siswa tersebut bisa menyesuaikan dengan siswa yang pandai.

"Yang kurang ini harus diperhatikan. Jadi mutu dan kualitas sekolah baik negeri dan swasta harus ditingkatkan. Jika nanti ada swasta dan negeri yang kurang perhatikan anak yang kurang pandai, maka ini jadi catatan dari pemerintah," ucap Suratman.

BACA JUGA: Ada Empat Jalur PPDB SMP di Bantul, Simak Ketentuannya!

Terpisah, Ketua Paguyuban Kepala Sekolah Tingkat SMP Swasta Bantul Barmawi mengungkapkan dari 48 sekolah swasta yang ada di Bantul, sebagian mengalami kekurangan siswa dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dikarenakan jumlah lulusan SD mengalami penurunan.

"Sehingga yang terkena sekolah swasta. Dan, juknis PPDB baru ini seolah-olah mengabaikan swasta. Seolah-olah semua siswa akan tertampung di sekolah negeri," kata Barmawi.

Menurut dia, kekurangan siswa untuk sekolah swasta di Bantul tidak hanya dialami sekolah yang ada di bawah yayasan Islam, tapi juga Kristen dan nasional. Adapun penurunannya bervariasi mulai 10 persen hingga 50 persen.

"Saat ini kemungkinan lebih dari 600 kursi yang kosong di swasta," katanya.

Terpisah, Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto mengungkapkan pada tahun ini jumlah siswa lulusan SD mencapai 13.865 siswa. Adapun daya tampung untuk SMP negeri di Bantul, sebanyak 8.640 siswa. "Yang tidak masuk nanti bisa ke sekolah swasta dan MTS," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online