20 Persen SD Negeri di Sleman Kekurangan Murid, Ini Penyebabnya
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Sejumlah progres konstruksi di Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman pada Kamis (6/6/2024)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Selain pengerjaan bore pile yang mulai terlihat masif, sejumlah lorong juga nampak di lokasi proyek jalan Tol Jogja-Solo ruas Trihangho-Junction Sleman. Adapun lorong-lorong ini merupakan konstruksi box culver yang bakal dilewati oleh warga saat beraktivitas.
Sesuai namanya box culvert merupakan beton berbentuk persegi dengan rongga besar di tengahnya. Boks ini dapat digunakan sebagai drainase maupun struktur underpass untuk lalu-lintas kendaraan.
"Di Tol Jogja-Solo ruas Trihanggo-Junction Sleman pembangunan box culvert nyaris tuntas. Hanya kurang dua box culvert dari 20 titik," kata Humas PT. Adhi Karya pembangun Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, Kamis (6/6/2024).
Sementara tak jauh dari Kalurahan Tirtoadi, konstruksi beton memanjang dengan tinggi beberapa meter nampak terlihat di tepi Jl. Cebongan-Sidomoyo. Menurut keterangan Agung konstruksi tersebut merupakan abutment. Konstruksi ini berperan untuk menyangga balok-balok girder yang diletakkan antar abutment.
"Itu abutment untuk dudukannya girder nanti. Nanti girder-nya di situ. Girder itu balok penyangga itu," jelasnya.
Praktis bila sudah jadi digarap, jalan tol akan melintas di atas di salah satu titik di Jl. Cebongan-Sidomoyo. "Iya jalannya di bawah itu nantinya," lanjutnya.
Sejumlah hasil pengerjaan konstruksi Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman mulai terlihat. Penggarapan bore pile hingga box culvert terlihat masif digarap oleh pengembang tol.
Dari pantauan Reporter Harian Jogja di area lokasi proyek, kerangka baja atau besi berbentuk menyerupai tabung nampak tengah digarap para pekerja. Sejumlah eskavator juga terus bergerak melakukan sejumlah pengerjaan. Sementara truk pembawa muatan terlihat hilir mudik di area proyek.
Agung menjelaskan kerangka menyerupai pilar tadi adalah kerangka borepile. Borepile merupakan pilar penyangga tol elavated atau melayang. Kerangka penyangga tol tersebut panjangnya mencapai puluhan meter.
"Itu 30 meter, setiap 10 meter nanti kita las, kita sambung masuk lagi, sambung masuk lagi sampai 30 meter," terang Agung.
Teknik bore pile berbeda dengan teknik tiang pancang. Teknik bore pile dilakukan dengan cara mengebor tanah dengan kedalaman tertentu untuk selanjutnya dipasang tulangan besi lalu kemudian dicor. Konstruksi ini yang akan menjadi penyangga tol melayang di Tol Jogja-Solo ruas Trihanggo-Junction Sleman.
Hingga awal Juni lubang bore pile di area Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 sudah mencapai angka ratusan. "Sudah lebih dari 300-an, lebih," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Prediksi Argentina vs Mesir di 16 besar Piala Dunia 2026: Messi vs Salah. Statistik tunjukkan Argentina lebih produktif, Mesir lebih kolektif.
Disdikpora Kota Jogja menegaskan SD dan SMP negeri dilarang memungut biaya serta menjual seragam. Siswa baru boleh memakai seragam SD hingga tiga bulan.
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.
Pendaftaran bakal calon lurah di 31 kalurahan Gunungkidul dibuka 13-23 Juli 2026. Panitia diminta cermat untuk mencegah sengketa pemilihan.
BMKG menyebut gempa M5,5 di Laut Maluku dipicu subduksi lempeng. Gempa tidak berpotensi tsunami dan belum diikuti gempa susulan.