53 Jabatan Kepsek di Gunungkidul Masih Kosong, Ini Penyebabnya
Puluhan jabatan kepala sekolah di Gunungkidul masih kosong meski sudah ada pelantikan. Ini penyebab dan solusi Disdik.
Pilkada 2024 - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—DPC PDI Perjuangan Sleman membuka peluang berkoalisi dengan partai lain di Pilkada 2024. Meski demikian, untuk kepastian partainya akan sangat bergantung dengan siapa calon yang diusung.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sleman, Gustan Ganda mengatakan, partainya sudah menyelesaikan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati. Adapun tahapan tinggal menunggu rekomendasi terkait dengan bakal calon yang diusung di Pilkada Sleman.
“Rekomendasi belum turun dari DPP dan kami masih menungggunya,” kata Gustan saat dihubungi, Selasa (11/6/2024).
BACA JUGA : Pemilih Potensial di Pilkada Sleman Mencapai 854.654 Orang
Ia tidak menampik PDI Perjuangan menjadi satu-satunya partai yang bisa mengusung calon sendiri. Kendati demikian, hasil rapat kerja nasional (Rakernas) berlangsung beberapa waktu lalu diminta untuk menjalin koalisi dengan partai lain.
Untuk berkoalisi, Gustan mengaku santai, meski sudah ada sejumlah partai yang menyatakan komitmennya membentuk Koalisi Sleman Bersatu. Ia berpendapat, keberadaan koalisi sangat bergantung dengan bakal calon yang diusung.
Dikarenakan belum ada yang mendapatkan rekomendasi, maka jalinan masih sebatas komunikasi. “Pasangan calon yang ditunjuk karena mendapatkan rekomendasi untuk majuk, sangat memiliki peran dalam membentuk mitra koalisi,” ungkapnya.
Gustan menyakini, pada saat calon yang mendapat rekomendasi muncul dan ada kesamaan dengan partai lain, maka secara otomatis koalisi akan terbentuk. “Ketika kita sepalat terkait dengan rekomendasi, siapa bakal calon yang diusung, pastinya akan terjalin kerja sama untuk pilkada,” katanya.
Ketua Tim Pemenangan Koalisi Sleman Bersatu, Sukaptana mengatakan, lima partai yang terdiri dari Gerindra, Golkar, PKS, PPP dan NasDem sepakat berkoalisi untuk mengusung calon bersama di Pilkada Sleman. kesepakatan yang terjalin tak lepas dari kondisi di masing-masing partai yang tak bisa mengusung calon sendirian.
“Makanya dengan gabungan partai ini ada 24 kursi di DPRD Sleman yang jadi modal sehingga bisa mengusung calon bupati dan wakil bupati,” kata Ketua DPC Gerindra Sleman ini.
BACA JUGA : Pemkab Sleman Pastikan Anggaran Pilkada Rp58,5 Miliar Telah Disalurkan Semuanya
Meski persyaratan untuk mengusung sudah terpenuhi, namun Sukaptana memastikan Koalisi Sleman Bersatu masih membuka peluang partai lain bergabung. Hanya saja, ada persyaratan yang harus diikuti terkait dengan pencalonan.
“Ada kesepakatan bersama yang dibentuk, jadi partai lain yang mau masuk maka harus mengikuti aturan yang telah dibentuk,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puluhan jabatan kepala sekolah di Gunungkidul masih kosong meski sudah ada pelantikan. Ini penyebab dan solusi Disdik.
Aliansi BEM Solo desak pemerintah tegas berantas korupsi tanpa kompromi politik dalam forum mahasiswa Solo Raya.
Portugal wajib menang saat lawan Uzbekistan di Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor dan susunan pemain lengkap.
Pentas Karya SD Negeri Model Sleman 2026 tampilkan kreativitas 420 siswa dari tari hingga robotik, disambut apresiasi Kadisdik Sleman.
Studi terbaru ungkap Instagram berpotensi mengganggu cara otak mengenali wajah dan membentuk identitas diri di dunia digital.
Pemkab Klaten siapkan program seragam gratis untuk siswa SD dan SMP negeri mulai 2027 guna meringankan biaya pendidikan masyarakat.