Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X saat menerima audiensi dari Kanwil DJP DIY, Rabu (12/6/2024). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) DIY akan mengoptimalkan penerimaan pajak di sektor UMKM. Jogja yang dikenal punya pemberdayaan yang kuat terhadap pelaku usaha kecil dan menengah harus disadarkan soal pentingnya taat pajak.
Kepala Kanwil DJP DIY Erna Sulistyowati menginginkan adanya kerja sama yang lebih intensif antara DJP DIY dengan Pemda DIY. Saat ini, pihaknya tengah merencanakan untuk berkerja sama dan berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM DIY untuk melakukan sosialisasi kepada para UMKM.
BACA JUGA : Gelar Rakerda, BKKBN DIY Optimalkan Target Program Bangga Kencana
"Sekarang khususnya UMKM yang sedang kita sentuh. Jadi kita akan bekerja sama dengan Dinas Koperasi melalui SiBakul, bagaimana kita nanti bersama-sama melakukan edukasi sosialisasi kepada para UMKM," katanya seusai audiensi dengan Wakil Gubernur DIY, Rabu (12/6/2024).
Erna menyebutkan, UMKM perlu mengetahui soal bagaimana pentingnya pajak, apa gunanya pajak, dan bagaimana mereka sebagai warga negara yang harus taat pajak. Sebab pajak dalam definisinya adalah kontribusi wajib yang sifatnya memaksa dan tidak dapat memeroleh manfaatnya secara langsung.
"Untuk itu sangat manusiawi apabila masyarakat yang belum paham pajak merasa pajak sebagai beban," kata dia.
DJP DIY berupaya terus menerus untuk menyosialisasikan dan mengedukasi pola pikir UMKM bahwa pajak sangat penting bagi pembangunan bangsa. "Masalah perpajakan kami akan bekerja sama dengan seluruh stakeholder kami. Pokoknya hampir semua stakeholder yang memang ada pelayanannya di depan kita ingin bergabung," ucap Erna.
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mendukung upaya Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) DIY untuk berkolaborasi bersama berbagai pihak dalam mengedukasi perpajakan kepada masyarakat. Edukasi yang diberikan pun diharapkan dapat meluruskan berbagai stigma miring yang ada terkait perpajakan.
"Memang cita-cita kami di DIY dengan dawuhnya Sri Sultan bahwa bagaimana warga DIY teredukasi. Apapun, nanti mungkin teman-teman di perpajakan ada salah satu kegiatan yang bisa gabung dengan pihak lain kemudian mengedukasi apa sih sebetulnya fungsi pajak. Bagaimana kemudian pajak itu dikelola dan lainnya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.