4 Warga Semanu Gunungkidul Positif Antraks, 47 Orang Masuk Risiko Terpapar
Empat warga Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, positif antraks. Sebanyak 47 orang masuk risiko terpapar dan dipantau selama 60 hari.
Pilkada 2024 - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—KPU Sleman menetapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkada 2024 ada sebanyak 1.727 lokasi. Jumlah ini lebih sedikit ketimbang saat penyelenggaraa pemilu yang berlangsung 14 Februari 2024.
Anggota KPU Sleman, Huda Al Amna mengatakan, tahapan persiapan untuk kesuksesan penyelenggaraan pilkada terus dilakukan. Saat sekarang tahapan sudah memasuki proses pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) yang diawali dengan rekrutmen petugas pantarlih.
Selain itu, KPU Sleman juga telah menetapkan TPS yang akan dipergunakan untuk pemilihan di 27 November 2024. Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan ditetapkan di pilkada ada 1.727 TPS.
“Sudah dibuat berita acara penetapan dan TPS di pilkada sejumlah 1.727 titik,” kata Huda, Jumat (14/6/2024).
Dia menjelaskan, jumlah TPS pilkada lebih sedikit dibandingkan saat pemilu. Pasalnya, saat pemilihan yang berlangsung di Februari lalu jumlahnya mencapai 3.457 TPS.
“Kalau untuk jumlah pemilih, ini baru mau dilakukan pencocokan dan penelitian data pemilih yang dimulai 24 Juni sampai 25 Juli 2024. Jumlah petugas dibutuhkan untuk tahapan ini sebanyak 3.000 orang,” katanya.
Jumlah TPS pilkada lebih sedikit ketimbang saat pemilu sudah diprediksi oleh Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqi. Menurut dia, sesuai dengan ketentuan dari KPU RI, di Pemilu 2024 diputuskan setiap TPS maksimal hanya ada 300 pemilih, tapi untuk penyelenggaraan pilkada hingga mencapai 600 orang di setiap TPS.
“Jumlah pemilih yang lebih banyak inilah yang membuat TPS pilkada lebih sedikit, ketimbang saat pemilu,” katanya.
Menurut Baehaqi, keberadaan jumlah pemilih di setiap TPS yang bisa mencapai 600 orang bukan menjadi masalah. Dia pun optimistis pemilihan akan berjalan dengan lancar dikarenakan surat pencoblosan hanya satu surat suara.
“Beda dengan pemilu yang sampai lima lembar untuk setiap pemilihnya,” katanya.
Baehaqi menambahkan, pihaknya sudah menerima Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) di Pilkada 2024 sebanyak ada 854.654 jiwa. Rinciannya, sebanyak 415.110 orang merupakan penduduk laki-laki dan sisanya 439.554 orang merupakan calon pemilih Perempuan.
“Data calon pemilih potensial ini akan menjadi cikal bakal pemilih di pilkada. Tapi, sebelum ditetapkan menjadi DPT, ada proses yang dilalui, salah satunya dilakukan verifikasi dan validasi oleh petugas pantarlih,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat warga Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, positif antraks. Sebanyak 47 orang masuk risiko terpapar dan dipantau selama 60 hari.
Google menguji pusat data AI di luar angkasa lewat Project Suncatcher dengan membawa empat chip TPU ke orbit.
Gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu pagi, dilaporkan menyebabkan seorang lansia
Bedog Artsfest ke-16 di Sleman mengusung tema Ngerawat Rasa dengan menjadikan sungai sebagai ruang seni dan pesan kepedulian lingkungan.
KKP akan mencabut izin KM Maulana 23 setelah dugaan kekerasan terhadap ABK viral. Kapal membawa 28 ABK dan kini diamankan di Dobo.
Pertamina kembali mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui Pertamina SMEXPO 2026 Regional Jogja.