Jelang Penetapan Calon, Panitia Pilur Diminta Cermati Aturan
Panitia Pilur di Gunungkidul diminta memahami tata tertib pemilihan untuk mencegah kisruh menjelang penetapan calon lurah.
Pilkada 2024 - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—KPU Sleman menetapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkada 2024 ada sebanyak 1.727 lokasi. Jumlah ini lebih sedikit ketimbang saat penyelenggaraa pemilu yang berlangsung 14 Februari 2024.
Anggota KPU Sleman, Huda Al Amna mengatakan, tahapan persiapan untuk kesuksesan penyelenggaraan pilkada terus dilakukan. Saat sekarang tahapan sudah memasuki proses pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) yang diawali dengan rekrutmen petugas pantarlih.
Selain itu, KPU Sleman juga telah menetapkan TPS yang akan dipergunakan untuk pemilihan di 27 November 2024. Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan ditetapkan di pilkada ada 1.727 TPS.
“Sudah dibuat berita acara penetapan dan TPS di pilkada sejumlah 1.727 titik,” kata Huda, Jumat (14/6/2024).
Dia menjelaskan, jumlah TPS pilkada lebih sedikit dibandingkan saat pemilu. Pasalnya, saat pemilihan yang berlangsung di Februari lalu jumlahnya mencapai 3.457 TPS.
“Kalau untuk jumlah pemilih, ini baru mau dilakukan pencocokan dan penelitian data pemilih yang dimulai 24 Juni sampai 25 Juli 2024. Jumlah petugas dibutuhkan untuk tahapan ini sebanyak 3.000 orang,” katanya.
Jumlah TPS pilkada lebih sedikit ketimbang saat pemilu sudah diprediksi oleh Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqi. Menurut dia, sesuai dengan ketentuan dari KPU RI, di Pemilu 2024 diputuskan setiap TPS maksimal hanya ada 300 pemilih, tapi untuk penyelenggaraan pilkada hingga mencapai 600 orang di setiap TPS.
“Jumlah pemilih yang lebih banyak inilah yang membuat TPS pilkada lebih sedikit, ketimbang saat pemilu,” katanya.
Menurut Baehaqi, keberadaan jumlah pemilih di setiap TPS yang bisa mencapai 600 orang bukan menjadi masalah. Dia pun optimistis pemilihan akan berjalan dengan lancar dikarenakan surat pencoblosan hanya satu surat suara.
“Beda dengan pemilu yang sampai lima lembar untuk setiap pemilihnya,” katanya.
Baehaqi menambahkan, pihaknya sudah menerima Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) di Pilkada 2024 sebanyak ada 854.654 jiwa. Rinciannya, sebanyak 415.110 orang merupakan penduduk laki-laki dan sisanya 439.554 orang merupakan calon pemilih Perempuan.
“Data calon pemilih potensial ini akan menjadi cikal bakal pemilih di pilkada. Tapi, sebelum ditetapkan menjadi DPT, ada proses yang dilalui, salah satunya dilakukan verifikasi dan validasi oleh petugas pantarlih,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panitia Pilur di Gunungkidul diminta memahami tata tertib pemilihan untuk mencegah kisruh menjelang penetapan calon lurah.
Satlantas Polres Bantul membuka layanan SIM Keliling dan Samsat Keliling di Bantul Creative Expo 2026 pada 1 dan 8 Agustus malam.
Indonesia membuka pendaftaran film nasional untuk Academy Awards ke-99. Simak syarat dan batas waktu pendaftarannya.
Kebakaran menghanguskan 12 rumah dinas di Aspol Panularan Solo. Sebanyak 10 keluarga terdampak, sementara penyebab pasti masih diselidiki polisi.
PB PGRI menyambut putusan MK yang melarang dana pendidikan 20 persen digunakan untuk MBG dan meminta anggaran fokus pada substansi pendidikan.
Dokter mengingatkan obesitas pada perempuan merupakan penyakit kronis yang meningkatkan risiko gangguan reproduksi, kehamilan, dan penyakit jantung.