Harga Pangan Turun! Jogja Alami Deflasi Usai Lebaran
BPS mencatat deflasi 0,01% di Jogja April 2026 akibat turunnya harga pangan usai Lebaran. Inflasi tahunan tetap stabil di 2,62%.
Ilustrasi lahan pertanian saat kemarau. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL–Produktivitas lahan pertanian pada Masa Tanam (MT) II di Bantul ditargetkan tidak jauh berbeda dengan MT I. Padahal selama MT II para petani menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo menargetkan produksi padi pada MT II tidak berbeda jauh dengan MT I yaitu sekitar 8,8 ton gabah kering panen (GKP) per hektar. Menurut Joko, capain produktivitas pada MT I tersebut lantaran pengairan lahan persawahan tidak mengalami kendala. Selain itu, pupuk subsidi juga telah disalurkan kepada petani untuk mendorong produktivitas pertanian.
BACA JUGA: Kementan Terapkan Pertanian dengan Berteknologi Tinggi di 3 Provinsi
Joko pun mengkhawatirkan pada MT II akan terjadi penurunan produksi padi lantaran hampir memasuki musim kemarau. Meski begitu, Joko mengaku saat ini belum menerima laporan lahan pertanian di Bantul yang mengalami kekeringan pada MT II.
"Ini sudah diambang musim kemarau. Curah hujan saat ini sudah mulai menurun, sungai-sungai sudah mulai surut airnya," katanya, Selasa (18/6/2024).
Joko mengimbau agar petani menanam varietas tanaman yang tidak memerlukan banyak air, apabila terjadi kekeringan selama musim kemarau. Petani, lanjutnya, bisa menanam varietas padi IP 400 yang dinilai tidak banyak memerlukan air. Petani juga dapat menanam palawija antara lain kedelai, kacang tanah dan jagung selama musim kemarau.
Joko mengaku sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk memasuki musim kemarau. Saat ini telah ada lebih dari 5.190 unit pompa yang tersebar di seluruh kelompok tani di Bantul. Pompa air tersebut diharapkan dapat membantu petani untuk mengairi lahan persawahan selama musim kemarau.
Selain itu, lanjut Joko, jaringan irigasi tersier dan kuarter yang dikelola DKPP Bantul dan petani telah terbangun sekitar 60%. Dengan begitu, diharapkan perairan lahan persawahan tidak mengalami kendala selama musim kemarau. "Kami berharap penyaluran pupuk subsidi pada MT II tidak mengalami kendala dan mampu memenuhi kebutuhan pupuk subsidi di Bantul," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS mencatat deflasi 0,01% di Jogja April 2026 akibat turunnya harga pangan usai Lebaran. Inflasi tahunan tetap stabil di 2,62%.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.
Sapi Mbah Iran milik peternak Bantul terpilih jadi hewan kurban Presiden Prabowo dengan harga Rp90 juta.