Usai Kalah dari Bali United, PSS Sleman Langsung Berbenah
Pieter Huistra mengevaluasi kekalahan PSS Sleman dari Bali United pada laga perdana Super League 2026/2027. Super Elja kini fokus berbenah jelang menghadapi Mad
Siswa Sekolah - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana menjelaskan tidak ada sekolah di Sleman yang mengalami regrouping atau tutup di Sleman tahun ini. Dari jenjang TK/PAUD, SD dan SMP tidak ada sekolah yang harus di-regrouping di Sleman. Malahan pada jenjang PAUD, Disdik Sleman mendapatkan banyak sekali permintaan izin pendirian PAUD baru.
Tindakan regrouping terakhir dilakukan Disdik Sleman pada tahun 2020. "Regrouping enggak ada, yang tutup juga kebetulan tidak ada," tegasnya pada Selasa (18/6/2024).
Kendati tak ada sekolah yang mengalami regrouping atau tutup tahun ini, Ery tak menampik adanya sejumlah sekolah yang mengalami kekurangan murid. Namun kekurangan murid ini tak serta merta dibarengi dengan regrouping atau penutupan sekolah. Disdik menimbang banyak hal, seperti masih dibutuhkan sekolah tersebut oleh warga hingga faktor jarak sekolah bila nanti harus diterapkan regrouping.
"Walaupun sedikit dan jauh dari sekolah kalau di-regrouping ya itu tetap kita pertahankan untuk memberikan fasilitas masyarakat sekitar itu," tegasnya.
Jadi tidak asal, asal siswanya sedikit lantas di-regrouping. Namun juga melihat kebutuhan warga kata Ery.
BACA JUGA: Regrouping Sekolah di Gunungkidul Terus Dilanjutkan
"Melihat kebutuhan warga, akses warga, jangan sampai dengan regrouping nanti semakin jauh. Walaupun di sekitar situ anak usia sekolahnya sedikit tapi kalau di-regrouping kok menjadi jauh ya lebih baik kita pertahankan untuk memberikan layanan akses pendidikan," tandasnya.
Paling tidak sekolah yang kekurangan siswa tadi memiliki lebih dari 50 murid di satu sekolahnya. Sekolah-sekolah tersebut masih mendapat tambahan murid setidaknya 10 siswa tiap tahunnya.
Kekurangan sekolah ini murni karena jumlah anak usia sekolah yang tidak banyak pada suatu wilayah. Ery menambahkan daya tampung SD di Sleman mencapai 19.000 siswa namun lulusan TK yang hendak masuk ke SD hanya sekitar 13.500. Untuk jenjang SD dan SMP, jumlah daya tampung lebih banyak ketimbang lulusan yang ada.
"Nanti kalau memang nanti ada sekolah yang ke depan siswanya minim sekali baru akan kita evaluasi melihat letak geografis dan kebutuhan masyarakat di situ. Jadi kajiannya sampai di situ tidak hanya sekadar jumlahnya sedikit," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pieter Huistra mengevaluasi kekalahan PSS Sleman dari Bali United pada laga perdana Super League 2026/2027. Super Elja kini fokus berbenah jelang menghadapi Mad
Timnas Basket Indonesia kalah 53-98 dari Jepang di laga perdana Asian Games 2026. Simak jalannya pertandingan dan jadwal selanjutnya melawan Korea.
Kenali 6 aplikasi pesan hotel seperti Traveloka, Agoda, Booking.com, tiket.com, Expedia, dan Airbnb sebelum memilih penginapan.
Alex Rins memastikan meninggalkan balap motor dan memilih kompetisi roda empat pada 2027 setelah tak lagi masuk program MotoGP Yamaha.
Petani jagung di Bantul bisa meraup keuntungan sekitar Rp3 juta dari lahan 1.000 meter persegi sekali panen. Harga jagung Rp6.500 per kilogram.
iPhone Duo hadir tanpa SIM fisik dan Apple Intelligence belum mendukung Bahasa Indonesia. Ini yang perlu diketahui calon pembeli di Indonesia.