FairSquare Laporkan Infantino ke IOC Soal Kasus Balogun dan Trump
Gianni Infantino dilaporkan ke IOC atas dugaan intervensi kasus Balogun & hubungan dengan Trump. FairSquare tuduh pelanggaran netralitas, FIFA bantah.
Ilustrasi wahana permainan/Bisnis Indonesia-Dedi Gunawan
Harianjogja.com, BANTUL—Konsep baru diusung oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul untuk menghidupkan kembali pasar yang ada di wilayahnya. Salah satunya adalah dengan menempatkan playground di Pasar Bantul pada Juli mendatang.
Kepala Bidang Sarana Perdagangan DKUKMPP Bantul Zona Paramitha mengatakan, jawatannya telah bersepakat dengan pihak ketiga untuk pengadaan dan operasional playground di Pasar Bantul. Nantinya, playground akan ditempatkan di lantai 2 sisi selatan Pasar Bantul. Zona menyebut keberadaan playground tersebut akan mulai beroperasional pada Juli 2024.
BACA JUGA: 12 Tanah Wakaf Dari Masjid Hingga Pondok Pesantren di Sleman Terdampak Tol Jogja-Solo
"Saat sedang mulai ditata tempatnya. Jadi nanti, disana tidak hanya ada playground. Karena nantinya pengunjung juga akan ditawari menu makanan. Begitu pengunjung memesan makanan, nanti, pengelola playground yang bekerja sama dengan pedagang kuliner di pasar akan langsung mengambilkan makanan tersebut dari sana," kata Zona, Jumat (21/6/2024).
Menurut Zona, langkah menempatkan playground di Pasar Bantul merupakan kali pertama. Diharapkan, keberadaan playground bisa menghidupkan aktivitas perekonomian pasar yang hingga kini masih terdampak pandemi Covid-19. Selain itu, kata Zona, keberadaan playground juga bisa mengenalkan kepada anak terkait keberadaan pasar sejak dini.
"Ini sekaligus mewujudkan keinginan kami, jika pasar itu layak dan ramah terhadap anak. Jika ini berhasil, nanti akan kami lanjutkan ke pasar yang lainnya. Jadi untuk Pasar Bantul ini pilot projek," lanjut Zona.
Diakui Zona, sejatinya pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menghidupkan dan juga memancing peningkatan jumlah pengunjung Pasar Bantul. Dinas sempat membuat pasar kuliner di lantai 2 Pasar Bantul pada saat pandemi Covid-19. Hanya saja, hal itu tidak bertahan lama. Sebab, imbuh, Zona, banyak kios di Lantai 2 Pasar Bantul yang dalam perkembangannya memilih tutup dan tidak beroperasional.
BACA JUGA: Ragam Agenda Budaya dan Doa Lintas Agama Digelar Peringati Haul Bung Karno ke-54 di Jogja
"Data di kami di lantai 2 itu ada 36 kios yang sekarang tutup. Untuk itu, kami harapkan dengan keberadaan playground ini bisa meramaikan dan membuat kios tersebut kembali buka," harap Zona.
Gandeng Seniman dan Mahasiswa
Selain di Pasar Bantul, Zona mengungkapkan, DKUKMPP Bantul juga mulai melakukan inovasi agar tingkat kunjungan masyarakat ke pasar meningkat. Beberapa waktu lalu, DKUKMPP telah bekerjasama dengan kampus dan mahasiswa ISI Yogyakarta dengan menggelar pameran lukisan di Pasar Imogiri.
"Dan, animonya ternyata cukup tinggi. Banyak generasi milenial dan muda yang datang. Hanya saja, ada satu catatan bagi kami, soal pembayaran. Sebab, banyak yang sejatinya ingin belanja, tapi belum banyak yang menggunakan pembayaran non tunai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Padahal generasi milenial ini kan lebih senang membayar pakai nontunai," ucap Zona.
Selain itu, saat ini DKUKMPP Bantul juga akan menghidupkan Pasar Niten dengan menggandeng seniman. Nantinya akan ada pertunjukkan seni di dalam Pasar Niten yang digelar oleh para seniman. Tujuannya, agar tingkat kunjungan warga ke Pasar Niten tidak menurun dan diharapkan aktivitas transaksi di tempat tersebut tetap terjaga.
"Untuk kapan pelaksanaan, saat ini sedang kami bahas," papar Zona.
Kepala Kantor Pasar Bantul Rohadi mengatakan dulunya kios yang ada di Pasar Bantul penuh dengan pedagang. Adanya pandemi Covid-19 telah berdampak kepada tingkat kunjungan warga ke pasar yang mengalami penurunan. "Akhirnya, kios yang sempat terisi tersebut kini banyak yang tutup," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gianni Infantino dilaporkan ke IOC atas dugaan intervensi kasus Balogun & hubungan dengan Trump. FairSquare tuduh pelanggaran netralitas, FIFA bantah.
Presiden Prabowo meresmikan pembangunan Blok Masela senilai Rp376,02 triliun yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2029 hingga 2030.
Pemkab Sleman mengevaluasi studi kelayakan proyek KPBU lampu jalan. Konstruksi ditargetkan dimulai pada 2027 untuk pemerataan penerangan.
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul berencana menyambungkan potensi wisata di wilayahnya dengan sektor industri agar kian maksimal.
Kejagung memastikan FA dan DR tetap berstatus tersangka meski penanganan tiga perkara dugaan korupsi dialihkan dari Polri ke Kejagung.
Kasus anak di Pleret mendapat perhatian DPRD Bantul. Proses hukum, pendampingan psikologis, dan perlindungan korban diminta berjalan optimal.