Dispar Bantul Dorong Kalurahan Maksimalkan Potensi Wisata untuk Gaet Wisatawan

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Kamis, 27 Juni 2024 11:57 WIB
Dispar Bantul Dorong Kalurahan Maksimalkan Potensi Wisata untuk Gaet Wisatawan

Acara Fashion Bamboo Carnival yang merupakan bagian dari Festisaka 2018 di Wanawisata Budaya Mataram Mangunan, Kecamatan Dlingo, Sabtu (21/4/2018). Acara ini berusaha menyatukan potensi wisata dan kearifan lokal./Harian Jogja-David Kurniawan

Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul mendorong agar setiap kalurahan memperkuat potensi wisata budaya yang ada agar wisatawan yang berkunjung ke Bantul tidak terpusat pada beberapa destinasi wisata selama masa liburan. 

Dinpar Bantul mencatat wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis lebih banyak daripada destinasi wisata lain. Berdasarkan catatan Dinpar Bantul, pada momen libur Idulfitri 2024 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis mencapai 77.824 orang, sementara wisatawan yang berkunjung ke Pinus Sari mencapai 7.386 orang, Hutan Pinus Pengger mencapai 4.020 orang, dan Puncak Becici mencapai 3.057 orang.

 Kepala Dinpar Bantul, Saryadi menyampaikan Pemkab Bantul berupaya agar terjadi pemerataan kunjungan wisatawan di Bantul. Menurutnya, destinasi wisata yang ada di Bantul memiliki daya tariknya masing-masing, yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul maupun oleh kelompok masyarakat. 

“Saya kira tidak semata-mata [kunjungan wisatawan] bertumpu pada usaha wisata yang dikelola Pemda [Bantul], kita mendorong [kunjungan destinasi wisata] yang dikelola oleh Community Based Tourism [CBT],” ujarnya,  Rabu (26/6/2024). 

BACA JUGA: Disbud Bantul Targetkan 5.000 Orang Kunjungi Mataram Culture Fest 2024

Dia menuturkan setiap wilayah yang ada di Bantul memiliki tradisi budaya masing-masing. Dia menilai tradisi budaya tersebut dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Menurutnya, apabila tradisi budaya tersebut dapat dikemas dengan menarik, maka tidak menutup kemungkinan tradisi budaya tersebut mampu menarik wisatawan dari luar daerah. 

Dia menuturkan beberapa tradisi budaya yang telah menyedot ribuan wisatawan antara lain tradisi Bekti Pertiwi Pisusung Jaladri. Event tahunan tersebut menurutnya mampu membuat wisatawan berdatangan ke Bantul. Selain itu, menurutnya ada beberapa event di Kawasan Hutan Pinus dan Watu Goyang yang mengemas tradisi budaya setempat menjadi suatu event wisata budaya. Dia pun berharap tradisi budaya yang ada di wilayah lain dapat dikemas serupa, sehingga mampu menarik minat wisatawan luar daerah. 

“Kolaborasi seperti itu [pariwisata dan kebudayaan] bisa dikembangkan di desa lain, setiap desa punya potensi budayanya masing-masing,” ujarnya. 

Dia pun berharap keberadaan CBT mampu mengangkat potensi tradisi budaya setempat. Dengan begitu, menurutnya selain tradisi budaya dapat terjaga kelestariannya, masyarakat setempat akan menikmati manfaat dari event tersebut. 

“Walaupun hari ini [event tradisi budaya] tidak menyumbang pendapatan ke Pemkab, kami yakin perputaran ekonomi di CBT bisa bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat sekitar itu. Pariwisata bisa menjadi penggerak ekonomi kawasan itu,” imbuhnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online