BPBD Sleman Latih 72 Relawan, Perkuat Sekolah Tangguh Bencana
BPBD Sleman melatih 72 relawan untuk memperkuat kesiapsiagaan sekolah menghadapi berbagai potensi bencana.
Ilustrasi Kekeringan - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Semanu menyampaikan pertanian jagung di Kapanewon Semanu terancam gagal panen. Sebabnya, musim kemarau menyebabkan mengeringnya sumber air.
Koordinator BPP Semanu, Sutikno mengatakan ada sebanyak 106 hektar (ha) lahan pertanian jagung di Kapanewon Semanu. Dari luasan itu, 70 ha terancam gagal panen, karena kekeringan. Paling besar gagal panen ada di Kalurahan Dadap Ayu.
“Rata-rata untuk pakan ternak jagungnya, karena belum tumbuh sempurna sudah kering duluan,” kata Sutikno dihubungi, Rabu (26/6).
Sutikno menegaskan potensi kekeringan yang berhilir pada gagal panen berkemungkinan bertambah. Hal ini mengandaikan jika curah hujan rendah. Selama Mei–Juni 2024 saja curah hujan hanya 7 milimeter (mm).
BPP juga akan mengajukan pengadaan benih jagung di musim tanam I yang dimulai dari November – Desember 2024. Hal ini mengandaikan curah hujan tinggi. “Kami juga sempat mengajukan pompa air di Pacarejo dan Ngeposari. Dinas sempat survei terkait pemanfaatan air juga. Baru pengajuan ini,” katanya.
Hingga saat ini, ada lima kelompok tani (KT) yang mendapat bantuan sumur bor di Ngeposari, Semanu, Pacarejo dari Pemerintah Pusat. Per sumur bor dapat mengairi lahan pertanian sekitar 25 ha.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan ancaman gagal panen juga kemungkinan besar terjadi di Kapanewon Ngawen. “Kalau di Kapanewon Ngawen sendiri kisaran ada 50 hektar yang terancam gagal panen. Sebagian besar panen. Penanam padi sekarang tidak sebanyak musim lalu,” kata Rismiyadi.
BACA JUGA: 1.068,6 Hektare Lahan Pertanian di Sleman Terancam Gagal Panen
Di musim kemarau ini, DPP menyarankan petani untuk menanam tanaman yang dapat dipanen jangka pendek dan cocok di tanah kering. Dia menegaskan musim kemarau panjang mendorong petani untuk menanam selain tanaman pangan. Petani banyak menanam tanaman hortikultura dan palawija seperti semangka, melon, tembakau, jagung, dan bawang merah.
Meski begitu, petani perlu waspada. “Kalau kemarau serangan hama lebih tinggi. Biasanya penggerek batang. Menghisap tanaman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman melatih 72 relawan untuk memperkuat kesiapsiagaan sekolah menghadapi berbagai potensi bencana.
Dugaan uang Rp20 juta ke oknum BEM UBK memicu kecaman alumni. IKA UBK mendesak sanksi tegas dan klarifikasi terbuka kepada publik.
Pemulihan aset Kejagung tembus Rp19,6 triliun pada 2025. BPA terus memburu aset koruptor dan mengelola ribuan aset rampasan negara.
Kemenkeu mulai mengembalikan dana SAL Rp300 triliun yang ditempatkan di Himbara ke Bank Indonesia secara bertahap guna menjaga stabilitas keuangan.
Sultan HB X menerbitkan Keputusan penunjukan Paku Alam X sebagai Plh Gubernur DIY untuk menjalankan tugas harian pemerintahan dari 24 Juni hingga 1 Juli 2026.
Kortastipidkor Polri menggeledah empat lokasi di Jawa Timur terkait dugaan impor HP bekas ilegal yang berlangsung sejak 2024 hingga 2026.