Festival Literasi Pajangan Dorong Anak Jadikan Buku sebagai Sahabat
Sebanyak 17 siswa sekolah dasar (SD) dari berbagai sekolah di Kapanewon Pajangan, Bantul, unjuk kemampuan mempresentasikan buku dalam Festival Literasi ATPUSI
Pelatihan event organizer dan digital branding yang diikuti puluhan pemuda di Kelurahan Brontokusuman, Kemantren Mergangsan, yang digelar Jumat (28/6/2024). - Harian Jogja/Yosef Leon Pinsker
JOGJA—Untuk meningkatkan indeks pembangunan pemuda, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja menggelar Pelatihan Event Organizer (EO) dan Digital Branding yang menyasar puluhan pemuda di Kelurahan Brontokusuman, Kemantren Mergangsan. Pelatihan digelar Kamis hingga Sabtu (27-29/6/2024).
Kepala Disdikpora Kota Jogja Kota Jogja Budi Santosa Asrori, mengatakan pelatihan ini merupakan upaya untuk memberikan bekal kepada pemuda dalam meningkatkan kreativitas mereka, sekaligus meningkatkan indeks pembangunan pemuda di Kota Jogja. "Pelatihan ini bagian dari menciptakan kemandirian untuk pemuda dan mengurangi ketergantungan dari orang lain," katanya, Jumat (28/6/2024).
Budi mengatakan, indeks pembangunan pemuda diukur dengan sejumlah indikator yakni pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, kepemimpinan, antidiskriminasi, serta kesetaraan gender dan inklusivitas. Semuanya itu diharapkan bisa terbentuk dalam agenda pelatihan ini. "Kota Jogja harus mampu mempertahankan angka indeks pembangunan pemuda yang saat ini berada di peringkat satu nasional dengan skor 70," kata Budi.
Ketua Forum Kewirausahaan Pemuda Jogja, Muhammad Helmi Rahman, menerangkan pelatihan ini merupakan program dari Korpri Kota Jogja dengan menyasar Kelurahan Brontokusuman yang di dalamnya terdapat Kampung Karangkajen. "Kami mengangkat tema tentang event organizer dan digital branding karena Jogja merupakan kota wisata yang penuh dengan event. Maka, generasi muda harus disiapkan agar paham tentang penyelenggaraan event dari hulu sampai hilir, minimal event skala kecil di wilayah masing-masing," katanya.
Helmi menjelaskan, selama tiga hari peserta memperoleh materi dari praktisi berpengalaman tentang dasar penyelenggaraan event dan penyusunan proposal, konten digital, public speaking dan profil dari usaha event yang nantinya bakal dirintis. "Di akhir pelatihan, sebanyak 53 orang peserta akan berdiskusi secara berkelompok dan berkompetisi terkait dengan penyelenggaraan event," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 17 siswa sekolah dasar (SD) dari berbagai sekolah di Kapanewon Pajangan, Bantul, unjuk kemampuan mempresentasikan buku dalam Festival Literasi ATPUSI
YAO disebut menduduki puncak tangga lagu Jepang lewat FOR OKINAWA. Simak pesan budaya Okinawa dan kolaborasi Awich, CHICO CARLITO, ONE OK ROCK, serta Paledusk
Jorge Martin finis kedua di MotoGP Austria 2026 setelah ban belakang motornya aus. Ia kini kembali memimpin klasemen dengan keunggulan 12 poin.
SPPG Muntuk Bantul berhenti beroperasi setelah pegawainya viral. Pemkab menyebut dapur tersebut sedang dalam masa cooling down.
Nusron Wahid hadir dalam rapat RUU Reforma Agraria yang dipimpin Dasco. RUU tersebut telah disetujui menjadi usul inisiatif DPR.
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.