Kasus Pembubaran Ibadah GMS Bantul, Ini Hasil Rapat Pemkab dan Aparat
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Ilustrasi pengosongan depo yang ada di wilayah Kota Jogja belum lama ini./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Mandeknya konstruksi Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran, Bantul, memaksa Pemkot Jogja bergerak cepat dalam menyiapkan lokasi pengolahan sampah. Salah satunya adalah dengan pembangunan pengolahan sampah berskala kecil di beberapa titik untuk membantu mengatasi persoalan sampah. Dengan rencana itu diharapkan tidak ada timbunan sampah yang terjadi di depo dan sedikit banyak bisa membantu mengurangi masalah itu.
Pj Wali Kota Jogja, Sugeng Purwanto mengatakan rencana pembangunan pengolahan sampah berskala kecil itu salah satunya memang dilatarbelakangi oleh mangkraknya pembangunan ITF Bawuran. Padahal pihaknya sudah bekerja sama dengan wilayah itu untuk menerima sebagian sampah dari Jogja.
"Kami akan kelola di titik depo misalnya di Tompeyan, Pasar Demangan atau yang lain. Di sana akan dibuat pengelolaan sampah kecil jadi tidak semua masuk ke TPS3R," kata Sugeng, Minggu (7/7/2024).
Dia menargetkan pengolahan sampah skala kecil itu bisa menampung sebanyak lima ton per hari. Dengan demikian ditambah pula dengan titik pengolahan sampah lain di Nitikan, Karangmiri dan Kranon ratusan ton produksi sampah harian di Kota Jogja disebutnya bisa diatasi. "Karena Bawuran belum siap maka kami lebih menekankan agar fasilitas yang pemkot sudah ada itu dimanfaatkan. Misalnya di Nitikan, Karangmiri dan Kranon," jelas dia.
BACA JUGA: Proyek ITF Bawuran untuk Penanganan Sampah Terancam Mangkrak, Ini Penyebabnya
Hanya saja, Sugeng mengakui bahwasanya sejumlah TPS3R itu belum selesai pembangunannya. Meskipun sudah mulai mengolah sampah kapasitasnya juga belum 100%. Padahal pihaknya menargetkan bahwa 200 ton produksi sampah harian di Kota Jogja bisa diolah di tempat itu. "Kemudian yang di Piyungan juga sudah operasional dan sebelumnya kan ada penolakan, tapi sekarang sudah aman. Makanya kami konsentrasi ke sana dulu sambil menunggu Bawuran siap," jelasnya.
Sugeng memastikan bahwasanya pengangkutan sampah yang dilakukan Pemkot Jogja ke TPA Piyungan bukan hanya membuang, melainkan juga mengolah.
Dia mengakui tidak bisa mengosongkan depo sampah 100% sebab tumpukan sampah pasti selalu ada. Pihaknya hanya ingin memastikan agar timbunan tidak sampai menggunung. "Saya juga sudah minta menambah armada agar sampah yang dibuang ke depo tidak menumpuk, naik langsung truk dan dibawa ke tempat pengolahan sampah kami."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
11 manfaat beras kencur untuk kesehatan, mulai dari menambah nafsu makan, menjaga stamina, hingga membantu tidur lebih nyenyak.
Sekawan Limo 2 Gunung Klawih tembus 212 ribu penonton di hari pertama, catat rekor box office Indonesia 2026.
Ngecas mobil listrik semalaman aman berkat BMS, bahkan lebih baik untuk baterai dibanding fast charging menurut studi Geotab.
Pelatih Malaysia Nafuzi Zain soroti kekuatan Timnas Indonesia di Grup H Kualifikasi Piala Asia U20 2027 yang disebut sangat ketat.