Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Mengamankan data pribadi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Keamanan data menjadi perbincangan akhir-akhir ini karena bobolnya Pusat Data Nasional (PDN) oleh hacker. Tak ingin kecolongan, Pemkab Sleman menerapkan pengamanan data dengan melakukan backup secara berlapis.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sleman, Eka Suryo Prihantoro mengatakan, bobolnya data di PDN membuat pihaknya lebih berhati-hati dan meningkatkan pengamanan terkait data yang dimiliki. Salah satunya dilakukan dengan membackup data secara berlapis.
“Ada tiga tempat untuk mengamankan data kami,” katanya, Minggu (7/7/2024).
Meski tidak menyebut secara rinci, ia menjelaskan, pengamanan data, satu berada di luar daerah. Sedangkan dua lainnya berada di wilayah Sleman.
“Jadi dengan berlapis maka bisa untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga data yang dimiliki tetap aman,” katanya.
Selain terus berupaya mengamankan data yang dimiliki, Ia tidak menampik, satu minggu lalu ada jejak digital tentang upaya peretasan di server milik pemkab.
Meski demikian, ia mengakui sudah dilakukan upaya penelusuran serta pengamanan untuk memastikan keamanan dengan melakukan pengecekan. “Sempat ada penutupan sementara untuk pengecekan guna memastikan semuanya tetap aman,” katanya.
Menurut dia, upaya peretasan tetap ada peluang dikarenakan secara prinsip tidak ada yang bisa menjamin saman 100%. Meski demikian, ada upaya-upaya pengamanan agar peretasan bisa dicegah.
“Untuk maintenance kami siagakan selama 24 jam dengan melibatkan tiga ahli IT. Untuk jam kerjanya dibuat shift secara bergantian,” katanya.
Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiharta mendukung penuh upaya dari pemkab untuk mengamankan data yang dimiliki. Selain melakukan backup data secara berlapis, ia juga meminta di bagian informasi dan teknologi lebih diperkuat secara sumber daya manusia.
BACA JUGA : Marak Peretasan dengan Ransomware, Berikut Cara Efektif Menangkalnya
“Kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki harus terus ditingkatkan. Kalau perlu rekrut tenaga yang benar-benar ahli di bidang IT untuk pengamanan,” katanya.
Selain itu, ia juga meminta kepada pemkab agar memberikan pemahaman ke jajaran pegawai agar tidak mudah membuka situs-situs yang berbahaya. Langkah ini juga bermanfaat sebagai upaya mencegah terjadinya peretasan.
“Jangan asal buka link bisa sangat berbahaya. Saya yakin kalau beberapa pengamanan ini dilakukan, maka upaya peretasan bisa dicegah dan data yang dimiliki tetap aman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
DPRD Gunungkidul meminta data kemiskinan diperkuat agar bansos dan program pengentasan kemiskinan lebih tepat sasaran.
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Hasil survei menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.
Kejagung mengungkap alasan Rinaldi Umar batal menjadi Dirdik Jampidsus. Posisi tersebut kini ditempati Saiful Bahri Siregar.
Gempa M7,4 mengguncang Kolombia dan menewaskan 111 orang. Enam bandara rusak dan ditutup sementara demi keselamatan penerbangan.