219 Kafilah Ikuti STQH Kota Jogja, Hasto Minta Pembinaan Diperkuat
Sebanyak 219 kafilah dari 14 kemantren mengikuti STQH Kota Jogja 2026. Hasto mendorong penguatan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan.
Bus pariwisata kecelakaan, terguling di ruas Jalan Imogiri-Mangunan, tikungan Wanagama Bawah Bukit Bego, Kelurahan Wukirsari, Kabupaten Bantul. - Antara/ist/Humas Polres Bantul\r\n
Harianjogja.com, BANTUL—Jumlah kecelakaan lalu lintas di DIY tahun 2022 dibandingkan tahun 2023 mengalami penurunan. Polres Bantul tetap himbau masyarakat patuhi lalu lintas untuk terus menekan jumlah laka lantas.
Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi Ditlantas Polda DIY, jumlah laka lantas di DIY selama tahun 2022 turun 12,82% dibandingkan tahun 2023. Dari 1.009 kasus dari 7.870 kasus menjadi 6.861 kasus.
BACA JUGA: Sosialisasi Tertib Lalu Lintas Digelar Polres Temanggung Selama Dua Pekan
Kapolres Bantul, AKBP Michael R Risakotta saat membacakan amanat Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengatakan kejadian laka lantas pada umumnya diawali dengan adanya pelanggaran lalu lintas.
Dalam waktu dekat, Polres Bantul akan menggelar Pasukan Operasi Patuh Progo 2024 untuk mengurangi jumlah kecelakaan. Polres pun menggelar apel pasukan sebagai pengecekan akhir terhadap kesiapan personel yang terlibat.
“Melalui pengecekan ini kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal serta dapat mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditentukan,” katanya di halaman Mapolres Bantul, Senin (15/7/2024).
Dengan demikian, menurutnya kedisiplinan pengendara lalu lintas untuk taat dan patuh terhadap ketentuan berlalu lintas menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan untuk dapat mengurangi potensi terjadinya laka lantas.
Dalam rangka menurunkan angka pelanggaran, kecelekaan lalu lintas dan angka fatalitas korban laka lantas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, Polda DIY beserta jajaran dengan didukung instansi terkait lainnya akan menggelar operasi kepolisian terpusat dengan Sandi Operasi Patuh Progo 2024.
“Operasi ini akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai dari tanggal 15 sampai dengan tanggal 28 juli 2024 dan dilaksanakan secara serentak di seluruh indonesia. dalam pelaksanaannya,” jelasnya.
Operasi ini, kata dia, akan mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif serta humanis dengan didukung gakkum lantas secara elektronik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 219 kafilah dari 14 kemantren mengikuti STQH Kota Jogja 2026. Hasto mendorong penguatan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan.
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.