PMI Gunungkidul Siapkan Donor Darah Mobile Jaga Ketersediaan Stok
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Panen padi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman menaksir ada lahan seluas 4.000 hektare yang mulai panen raya padi di bulan ini. Diharapkan panen raya ini mampu menambah stok beras sebanyak 2.374,8 ton.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Siti Rochayah mengatakan, wilayah Sleman saat sekarang sudah memasuki musim panen raya padi untuk masa tanam kedua. Diperkirakan pada Juli ini ada lahan seluas 4.000 hektare yang siap panen.
Menurut dia, untuk masa tanam kedua tidak ada masalah karena serangan hama dapat dikendalikan. Di sisi lain, juga sudah melakukan pengubinan terkait dengan hasil panen.
Berdasarkan penghitungan yang dilakukan, setiap satu hektare lahan mampu menghasilkan gabah kering giling sebanyak 5,97 ton. Hal itu berarti dengan luas panen mencapai 4.000 hektare di bulan ini, maka dapat menambah stok gabah sebanyak 2.347,8 ton.
“Hasilnya bagus karena serangan hama juga tidak ada sehingga panennya baik,” kata Siti, Senin (15/7/20024).
Diharapkan dengan adanya tambahan stok ini, maka kebutuhan beras di Masyarakat tetap bisa terpenuhi. Diperkirakan panen padi masih aka bertambah karena masih ada Lokasi yang belum dipanen. “Rata-rata di Sleman setahun bisa panen padi hingga tiga kali. Setelah masa panen selesai, petani mulai menyiapkan untuk masa tanam ketiga,” katanya.
Salah seorang petani di Padukuhan Dondong, Tegaltirto, Berbah, Ngatijah mengatakan, padi yang ditanam dapat tumbuh dengan bagus. Kondisi ini berdampak terhadap hasil panen yang mulai dipetik.
Meski belum menghitung secara pasti, tapi dari penglihatan bulir padinya banyak isinya sehingga hal tersebut membuatnya senang. “Belum ditimbang karena masih dalam proses panen. Tapi memang hasilnya bagus,” kata Ngatijah.
Ia mengaku setelah masa panen berakhir akan memanfaatkan lahan untuk menanam jagung. Langkah ini sebagai upaya menjaga kondisi tanah tetap subur sehingga tidak ditanami padi secara terus menerus.
“Mungkin yang lain bisa panen padi hingga tiga kali. Tapi, saya cukup dua kali karena untuk masa tanam ketiga lebih memilih menanam jagung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah mengalahkan wakil Taiwan Sheng-Ming Lin/Sung Yi-Hsuan 21-16,
PSS Sleman memastikan mayoritas pemain dalam kondisi fit jelang Super League 2026/2027. Hanif Sjahbandi segera kembali ke Sleman setelah menjalani pemulihan ced
Prahdiska Bagas Shujiwo dan Thalita Ramadhani Wiryawan sukses melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah menyingkirkan lawan masing-masing di Taipei Aren