15.342 RTLH di Gunungkidul Masih Menunggu Perbaikan
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.
Harda Kiswoyo saat disumpah saat pelantikan Sekda Sleman, Selasa (25/2/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Koalisi Sleman Bersatu (KSB) telah resmi mengusung Harda Kiswaya sebagai bakal calon bupati di Pilkada 2024. Meski demikian, hingga sekarang belum ditentukan siapa bakal calon wakil bupati yang akan menemani.
“Masih akan dibahas di rapat interlan koalisi,” kata Ketua KSB Sukaptana kepada wartawan, Kamis (18/7/2024).
BACA JUGA: Sah, Koalisi Sleman Bersatu Mengusung Harda Kiswaya Sebagai Bacabup di Pilkada 2024
Ia berjanji setelah ada pembahasan di internal koalisi dan ada nama yang disepakati, maka akan diumumkan secepatnya. Belum adanya calon wakil membuat Hardo belum mendapatkan rekomendasi.
Sukaptana mengakui, hingga saat ini Harda baru sebatas mendapat surat tugas dari masing-masing partai anggota KSB. Ia berdalih, rekomendasi belum bisa diturunkan karena harus berisi pasangan calon bupati dan wakil bupati, sementara yang muncul baru sebatas calon bupati.
“Memang rekomendasi belum turun, tapi saya pastikan 90% Pak Harda diusung KSB,” katanya.
Menurut dia, untuk calon pendamping sudah ada beberapa nama yang muncul seperti kader Partai Golkar Nurcholis Suharman. Selain itu, ada juga Lurah Condoncatur Reno Chandra Sangaji dan lainnya.
“Calon wakil bupati masih digodok karena yang ditetapkan baru calon bupatinya,” katanya.
Dia menambahkan, untuk dukungan, KSB juga mendapatkan tambahan. Pasalnya, PSI dan Partai Ummat menyatakan dukungan terhadap majunya mantan Sekda Sleman ini sebagai calon bupati di Pilkada 2024.
BACA JUGA: 3 Wamen Baru Dilantik Jokowi Hari Ini, Ada Ponakan Prabowo dan Sudaryono
“Partai pendukung masih bisa bertambah karena komunikasi terus dijalin dengan partai lain,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Bakal Calon Bupati dari KSB, Harda Kisyawa. Menurut dia, untuk partai politik pengusung masih terbuka kesempatan bergabung guna mengusungnya.
“Saya ingin semua partai bisa mendukung sehingga pelaksanaan program akan lebih mudah karena juga mendapat dukungan dari legislative. Jadi, komunikasi dengan partai lain masih tetap dibuka,” katanya.
Disinggung mengenai calon pendamping, Hardo mengakui hingga sekarang belum ditentukan. Hanya saja, untuk calon wakil bupati sepenuhnya menyerahkann keputusan ke partai koalisi.
“Deklarasi ini juga sebagai upaya mempercepat proses agar segera ditentukan siapa calon wakil bupati yang akan mendampingi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.