114.528 Warga Gunungkidul Berpotensi Terdampak Kekeringan
114.528 warga Gunungkidul berpotensi terdampak kekeringan. BPBD terus menyalurkan bantuan air bersih seiring kemarau yang diprediksi lebih panjang.
tidak ada foto
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak dua partai yang memeroleh kursi terbanyak di DPRD Sleman hingga sekarang belum menentukan sikap untuk gelaran Pilkada Sleman. Sebagai pemenang pileg dengan raihan 13 kursi, PDI Perjuangan hingga sekarang masih menunggu rekomendasi terkait dengan calon yang diusung.
Adapun PKB yang memeroleh tujuh kursi hingga kini masih mencari mitra koalisi dan belum mengumumkan bakal calon yang diusung. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sleman, Gustan Ganda mengatakan, pihaknya masih pasif dikarenakan rekomendasi dari DPP terkait dengan bakal calon yang akan diusung belum turun.
Menurut dia, proses penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati sudah selesai di akhir Mei 2024. Adapun hasilnya sudah diserahkan ke DPP, namun rekomendasi yang ditunggu-tunggu belum keluar. “Kami masih menunggu karena memang rekomendasi dari DPP belum turun,” kata Gustan, Sabtu (20/7/2024).
Menurut dia, surat dari DPP sangat ditunggu-tunggu. Pasalnya, keberadannya tidak hanya menyangkut calon yang diusung, tapi juga erat kaitannya dengan sikap kepartaian didalam pilkada.
“Kami bisa mengusung calon sendiri karena sudah memenuhi persyaratan. Tapi, semua terkait dengan pilkada [termasuk kemungkinan koalisi] masih menunggu rekomendasi dari DPP,” ungkapnya.
Ketua DPC PKB Sleman, R Agus Choliq mengatakan, pihaknya masih menjajaki peluang koalisi dengan partai lain. Dukungan dari partai lain dibutuhkan karena PKB tak bisa mengusung calon sendiri karena belum memenuhi persyaratan.
“Minimal harus ada sepuluh kursi. Sedangkan kami baru miliki tujuh kursi, jadi harus koalisi dengan partai lain. Tapi, partainya masih terus dijajaki,” kata Choliq saat disinggung kedekatannya dengan DPD PAN Sleman untuk berkoalisi bersama.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan berkaitan dengan calon yang diusung. Menurut dia, untuk bakal calon bupati sudah mengantongi, namun belum bisa diumumkan ke publil.
Ia berdalih, pengumuman dilakukan harus sudah ada pasangan komplit. Adapun hingga saat ini, PKB belum menentukan siapa bakal calon wakil bupati yang diusung. “Masih proses karena kaitannya dengan partai koalisi. Mudah-mudahan dalam waktu dua atau tiga hari ke depan sudah bisa diumumkan siapa yang akan diusung,” katanya.
Disinggung mengenai penjaringan, Choliq mengakui untuk calon bupati ada Bupati Kustini Sri Purnomo dan mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya. Adapun untuk wakilnya yang ikut di antaranya penjaringan ada Lurah Banyurejo, Saparjo; politisi Golkar Nurcholis Suharman hingga kader PKB Syukron Arif Muttaqin. “Pokoknya ditunggu saja, karena nantinya pasti kami umumkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
114.528 warga Gunungkidul berpotensi terdampak kekeringan. BPBD terus menyalurkan bantuan air bersih seiring kemarau yang diprediksi lebih panjang.
KPK menduga Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini memakai Rp2,25 miliar hasil korupsi untuk membeli saham RS SSM dan masih mendalami aliran dananya.
Selamat pagi dari Harianjogja.com. Semangat mengawali hari dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 22 Juli 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 87%. Ramp on dan ramp off ditargetkan selesai Agustus 2026.
Presiden Prabowo Subianto melantik 1.177 perwira remaja TNI dan Polri dalam Upacara Prasetya Perwira 2026 di Istana Merdeka.