Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Warga memberi tulisan di Jalan Letjend Suprapto sebagai peringatan bagi pengendara jalan untuk tidak kebut-kebutan, Selasa (30/7/2024) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, NGAMPILAN—Salah satu ruas jalan di Kota Jogja, yakni Jalan Letjend Suprapto, Ngampilan, Kota Jogja menjadi jalan yang rawan terjadi kecelakaan.
Jalan yang diberlakukan searah dan terbilang cukup lebar ini memudahkan pengendara motor atau mobil untuk memacu gas lebih kencang layaknya di jalur sirkuit. Alhasil, sering terjadi kecelakaan lalu lintas.
Warga sekitar turut berupaya untuk mengingatkan pengendara jalan. Warga menulisi jalan dengan tulisan Jalan Letjend Suprapto Bukan Sirkuit menggunakan pilok berwarna putih. Tak hanya satu, tulisan ini ada dari ujung hingga ujung Jalan Letjend Suprapto.
Tulisan yang dibuat pada Senin malam (29/7/2024) itu menjadi cara warga untuk turut menekan angka kecelakaan lalu lintas di Jalan Letjend Suprapto. Salah satu warga Ngampilan, Huda Haikal mengatakan sudah ada 2 kejadian laka yang menyebabkan meninggal dunia selama sebulan terakhir ini. Terakhir kecelakaan terjadi pada Minggu (28/7/2024) yang mengakibatkan seorang anak 5 tahun tewas.
"Banyak terjadi kecelakaan, dari arah utara kebanyakan kebut-kebutan," ujar Huda saat ditemui di Jalan Letjend Suprapto, Ngampilan, Selasa (30/7/2024).
Dia menambahkan, kecelakaan sering terjadi sejak aturan searah di Jalan Letjend Suprapto diberlakukan, tepatnya pada 2022 lalu. Bahkan, kecelakaan yang tak menyebabkan korban meninggal dunia pun tak kalah banyaknya. Huda berhitung, setidaknya dalam sebulan ada 10 kali kecelakaan lalu lintas yang tidak menyebabkan kematian. Huda mengatakan, tulisan yang dibuat di tengah jalan itu merupakan kesepakatan warga.
"Sudah ada kesepakatan warga, ada petisi juga di grup warga. Dishare ke grup-grup warga," imbuhnya.
Dia mengatakan, warga menginginkan Pemkot Jogja untuk melakukan kajian ulang terhadap aturan searah di Jalan Letjend Suprapto. Selain menyebabkan kecelakaan, aturan searah ini juga turut merugikan para pedagang kaki lima yang beraktivitas di Jalan Letjend Suprapto.
Ada juga pedagang yang sampai gulung tikar lantaran jarang ada pembeli yang mampir. Belum lagi, para pejalan kaki juga merasakan sulitnya menyebrang di ruas jalan itu.
BACA JUGA : Polres Bantul Catat Ada 1.115 Kecelakaan Selama Januari-Juli 2024, 84 Meninggal Dunia
"Diharapkan Dishub bisa mengkaji ulang aturan jalan searah. Kalau diberi batas kecepatan menurut saya sama saja, ada rambu juga tidak digubris. Ada lampu kuning penanda hati-hati juga sama aja [kebut-kebutan]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
9 WNI relawan Gaza dibebaskan dari Israel. Pemerintah pastikan mereka dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
Polres Bantul sita 256 botol miras ilegal dari tiga lokasi. Tiga pelaku diamankan dalam operasi dua hari.
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
Kemendag minta UMKM laporkan pungli dan gangguan usaha. Pemerintah janji lindungi pelaku usaha kecil.
Manuel Neuer comeback ke Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026. Ini daftar skuad lengkap pilihan Nagelsmann.