Kasus Baru HIV di Kota Jogja Turun, Ada Temuan 41 Kasus hingga Juni 2026
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Ilustrasi anak-anak yang terlibat kekerasan dan kasus hukum./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Jumlah anak yang terlibat dalam kasus hukum berupa kenakalan remaja di Bantul mencapai puluhan. Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Bantul memastikan anak yang terlibat dalam kenakalan remaja tetap dapat melanjutkan sekolah.
Polres Bantul mencatat pada Januari-April 2024 ada sembilan kasus kenakalan remaja yang melibatkan pelaku berusia anak. Dari jumlah tersebut, dua kasus di antaranya adalah pengeroyokan dan sisanya adalah penyalahgunaan senjata tajam.
Sementara pada tahun lalu, tercatat ada 26 kasus kenakalan remaja yang melibatkan anak. Dari jumlah tersebut, ada lima kasus pengeroyokan, tiga kasus penganiayaan, dan 18 kasus penyalahgunaan senjata tajam.
Kepala Balai Dikmen Bantul, Ismunardi menyampaikan pihaknya berupaya mendorong agar anak yang terlibat dalam kenakalan remaja tetap melanjutkan sekolah. “[Dikeluarkan karena terlibat kenakalan remaja] Di sekolah tidak ada, tetapi kalau [keluar sekolah karena keinginan] anaknya sendiri ada. Pihak sekolah berusaha melakukan pendekatan dengan orang tua dan pihak terkait agar tetap melanjutkan pendidikan,” katanya, Jumat (2/8/2024).
BACA JUGA: Di Bantul, Masih Marak Remaja Membawa Sajam, Berikut Faktanya
Dia menuturkan sekolah berupaya memberikan pendampingan terhadap murid yang berhadapan hukum. “Beberapa kali ada sekolah yang mendampingi [muridnya] di Lembaga Pemasyarakatan [Lapas], komunikasi dengan Polres [Bantul] juga. Sekolah memberikan pendampingan [kepada murid] meski sedang bermasalah,” katanya.
Meski begitu, menurutnya, beberapa anak yang terlibat kenakalan remaja memutuskan tidak melanjutkan sekolah. Dia menuturkan pihaknya pun telah memiliki beasiswa retrieval yang dapat dialokasikan bagi anak yang putus sekolah agar dapat kembali bersekolah.
Dia menuturkan pihak sekolah berupaya tetap memberikan pendampingan dalam pembelajaran kepada anak yang terlibat dalam kenakalan remaja. “Beberapa waktu yang lalu ada murid yang ditempatkan di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja [BPRSR] pihaknya pun memberikan pendampingan kepada murid tersebut.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Nissan menilai produsen Tiongkok menjadi tantangan berat dan menyiapkan strategi biaya menghadapi potensi produksi mobil China di Meksiko.
Jadwal Asian Games 2026 30 September menghadirkan panjat tebing, gulat, tenis, sepak takraw, esports, hingga balap sepeda Indonesia.
Vilmei berencana resign sebagai content creator dan bekerja dari nol untuk mengumpulkan Rp100 juta pertama setelah kasus uang Rp1,2 miliar.
Suzuki mengembangkan mesin 1.2 turbo 126 hp dan 230 Nm yang kompatibel E100, CNG, CBG serta disiapkan bersama teknologi hybrid.
Memorabilia Agnez Mo berupa dua wardrobe dari musik dan akting kini dipajang permanen di Hard Rock Hollywood, Los Angeles.