Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi kekeringan - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman memastikan status siaga darurat kekeringan yang ditetapkan Pemerintah DIY belum memberikan pengaruh berarti di Bumi Sembada. Pasalnya, hingga sekarang belum ada warga yang meminta bantuan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan, sudah mendengar penetapan siaga darurat kekeringan selama satu bulan di DIY. Namun demikian, ia memastikan kondisi di Sleman masih aman terkendali karena musim kemarau belum berdampak signifikan.
“Kondisinya masih normal dan penetapan status siaga darurat kekeringan di DIY belum berdampak ke Sleman,” kata Makwan saat dihubungi, Selasa (6/8/2024).
BACA JUGA: Penetapan Status Siaga Darurat Kekeringan Jadi Dasar BPBD DIY untuk Dropping Air
Meski demikian, ia mengakui tetap mempersiapkan langkah antisipasi adanya warga yang terdampak kekeringan. Dia menjelaskan untuk bantuan yang disedikan sebanyak 163 tangki dengan kapasitas 5.000 liter. Hal ini berarti ada sekitar 815.000 liter air bersih yang siap disalurkan.
Berdasarkan pengalaman di 2023, sambung Makwan, warga yang mengalami krisis air berada di wilayah aliran Selokan Mataram dan Van Der Wijck yang sempat dimatikan karena perbaikan. Wilayah ini meliputi warga di Kapanewon Minggir dan Moyudan.
Diharapkan adanya stok bantuan ini bisa dimanfaatkan pada saat ada permintaan air bersih di Masyarakat. “Hingga sekarang belum ada yang mengajukan bantuan, tapi kami tetap stand by sewaktu-waktu dibutuhkan segera menyalurkannya,” ungkap Makwan.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro. Menurut dia, krisis air yang terjadi sangat erat kaitannya dengan keberadaan Saluran Van Der Wijck dan Mataram. Pada saat ada kebijakan selokan dimatikan, maka akan berdampak terhadap warga sekitar selokan.
Berdasarkan informasi yang diterima aka nada kebijakan mematikan Selokan Van Der Wijck selama satu bulan. Adapun untuk Selokan Mataram hingga sekarang belum ada informasi apakah akan dimatikan atau tidak.
“Mudah-mudahan tidak ada krisis air lagi seperti di tahun lalu,” katanya.
Untuk mengurangi risiko kekurangan air bersih saat kemarau, Bambang mengakui sudah ada edukasi ke Masyarakat. Salah satunya agar menggunakan air secara hemat dan secukupnya. “Intinya jangan boros karena saat kemarau stoknya tidak sebanyak saat penghujan. Jadi, dipergunakan dengan secukupnya,” kata dia. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.