PBB Bantul 2026 Terkumpul Rp33 Miliar, Pembayaran Masih Berlangsung
Realisasi PBB Bantul 2026 telah mencapai Rp33 miliar. BPKPAD mengoptimalkan pembayaran melalui mobil pajak, Virtual Account, dan QRIS.
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPA Piyungan, beberapa waktu lalu. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY menyebut akan berdialog dengan pemerintah kabupaten kota menyoal permintaan penambahan kuota pembuangan sampah ke TPA Piyungan.
Baru-baru ini Pemkab Sleman disebut akan meminta persetujuan kepada Pemda DIY untuk menggeser 1.000 ton sampahnya ke TPA Piyungan.
Sekda DIY Beny Suharsono mengatakan, dialog dengan mencari solusi bersama akan ditempuh agar persoalan yang dihadapi kabupaten kota terkait dengan sampah bisa diselesaikan. Jangan sampai, kata dia TPA Piyungan terus menerus dijadikan solusi ketika wilayah mengalami kendala.
"Kalau diizinkan terus kan nanti tidak selesai-selesai. Artinya harus dialog, langkah konkret, kalau setiap ada masalah dibuang ke TPA Piyungan kan tidak bakal rampung. Tidak bisa begitu lah," kata Beny, Selasa (6/8/2024).
BACA JUGA: Aris dan Rony Berebut Tiket Dampingi Halim Maju di Pilkada Bantul
Beny menyatakan sejak awal dalam diskusi soal sampah dengan kabupaten kota pihaknya sudah mengingatkan bahwasanya selain sampah yang bisa diolah juga ada sampah residu yang juga harus dipikirkan cara penanganannya.
"Harus ada manajemen risiko. Kalau residu dalam skala besar tidak tertangani, menjadi masalah baru ke depan," katanya.
Beny menyebut, secara formal Pemkab Sleman belum mengirimkan surat permintaan izin untuk membuang sampah ke TPA Piyungan. Pihaknya memastikan akan menjalin komunikasi dengan wilayah itu agar persoalan bisa ditangani dengan cepat.
"Sekarang tinggal 1.000 ton kuota maksimalnya di TPA Piyungan. Makanya timbunan di kabupaten kota juga harus cermat dihitung," jelas Beny.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Epiphana Kristiyanti mengatakan, pihaknya sudah meminta keringanan ke Pemda DIY agar bisa membuang sampah ke TPA Piyungan. Adapun hasilnya sudah diizinkan membuang sebanyak 1.000 ton sampah.
Hanya saja, Epi mengungkapkan, kuota tersebut dirasa masih kurang. Pasalnya, di Sleman masih ada 980 ton yang belum terkelola sehingga menumpuk di beberapa titik seperti TPST Minggir dan Tamanmartani, TPS3R hingga ada di lokasi pembuangan sampah liar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi PBB Bantul 2026 telah mencapai Rp33 miliar. BPKPAD mengoptimalkan pembayaran melalui mobil pajak, Virtual Account, dan QRIS.
Polisi tangkap satu terduga pelaku penyerangan anggota di Katingan. Pelaku lain masih diburu aparat gabungan.
PSIM Jogja resmi melepas Anton Fase jelang Super League 2026/2027. Cedera jadi faktor utama minimnya kontribusi pemain asal Belanda itu.
Menko PMK Pratikno minta dukungan DIY untuk Gerakan RANA. Fokus pada ruang aman anak, pendidikan inklusif, dan kesehatan mental.
PSS Sleman resmi mempertahankan Dominikus Dion. Gelandang muda ini jadi kunci kebangkitan Super Elja ke Super League.
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.