GSI SMP Sleman 2026 Jadi Ajang Cari Bibit Pesepak Bola untuk DIY
GSI SMP Sleman 2026 menjadi ajang pencarian bibit pesepak bola muda untuk memperkuat kontingen Sleman pada GSI tingkat DIY.
Tumpukan sampah di TPA Piyungan Kabupaten Bantul. – Antara/Hery Sidik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY bakal mengkaji TPA Piyungan akan disulap menjadi apa ke depannya setelah pusat pembuangan sampah tiga kabupaten kota tersebut ditutup pada akhir bulan ini menyusul dimulainya program desentralisasi sampah.
Kepala DLHK DIY Kusno Wibowo mengatakan, pihaknya sudah memutuskan program desentralisasi sampah akan dimulai pada Mei mendatang. Artinya masih ada tujuh hari lagi bagi kabupaten kota untuk bersiap sebelum TPA Piyungan ditutup secara resmi.
"Pengolahan sampah secara desentralisasi mulai Mei nanti berjalannya karena layanan di TPA Piyungan kami buka hanya sampai 30 April," jelasnya, Selasa (23/4/2024).
Kusno menerangkan, setelah TPA Piyungan resmi ditutup pihaknya akan mulai melakukan penataan untuk zona transisi II terlebih dahulu. Setelahnya pada pertengahan tahun atau Juni mendatang akan dimulai pengkajian rencana terhadap TPA Piyungan.
"Apakah nanti untuk edukasi atau wisata atau yang lain-lain itu berdasarkan hasil dari kajian kami. Mudah-mudahan untuk kajian sudah bisa dimulai Juni mendatang," ujarnya.
Proses pengkajian TPA Piyungan akan dibuat seperti apa nantinya akan melibatkan pihak ketiga. Kusno menyebutkan, pihaknya juga bakal melibatkan banyak pihak dalam proses pengkajian itu di antaranya instansi yang terkait dengan persampahan, pendidikan, pariwisata dan sebagainya.
"Untuk pengkajian nanti mungkin sambil jalan saja dengan proses penataan. Setelah ditutup proses pemeliharaan kan masih tetap berlangsung termasuk sarana prasarana di TPA Piyungan," katanya.
Pihaknya berharap tahun ini mudah-mudahan kajian dan keputusan TPA Piyungan akan dibuat seperti apa ke depannya sudah diputuskan. Ihwal itu juga akan dilaporkan ke pejabat Pemda DIY untuk ditindaklanjuti ke depannya.
Sementara, wacana soal Pemkot Jogja yang akan memakai sebagian lahan di TPA Piyungan sampai sekarang belum ada titik terang. Kusno menambahkan, informasi yang diterimanya setelah lebaran akan ada koordinasi lebih lanjut antara Pemkot Jogja dengan warga Srimulyo, tapi sampai sekarang belum ada perkembangan.
"Kami belum ada info lebih lanjut, mungkin dalam beberapa waktu ke depan nanti akan ditindaklanjuti oleh Pemkot Jogja kembali," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GSI SMP Sleman 2026 menjadi ajang pencarian bibit pesepak bola muda untuk memperkuat kontingen Sleman pada GSI tingkat DIY.
Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.990-Rp18.050 per dolar AS pada Jumat, dipengaruhi sentimen global dan domestik.
Suara Ibu Yogyakarta menggelar aksi damai di Bundaran UGM dengan tujuh tuntutan, mulai ekonomi, harga pangan, hingga kriminalisasi aktivis.
Harga emas Antam hari ini, Jumat 3 Juli 2026, naik Rp11.000 menjadi Rp2.651.000 per gram. Simak daftar harga emas semua pecahan.
Pemkab Bantul memindahkan TPR Parangtritis ke akses masuk pantai mulai 1 Juli 2026 untuk menata retribusi wisata dan menghindari keluhan pengguna jalan.
Pemerintah mulai menerapkan biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026 untuk mempercepat transisi energi dan mengurangi ketergantungan BBM fosil.