Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa saat mengunjung stand produk UMKM dalam Gebyar UMKM Kalurahan Margomulyo, Seyegan. Selasa (13/8/2024) foto istimewa Humas Pemkab Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa berharap UMKM di Sleman bisa terus berkembang sehingga dapat naik kelas. Hal ini disampaikan saat membuka Gelar UMKM Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Selasa (13/8/2024).
Menurut dia, UMKM bisa terus berkembang dengan produktivitas yang terus meningkat. Danang menyebutkan, untuk mewujudkan hal tersebut, pelaku usaha mengetahui pentingnya strategi pemasaran dan pengemasan yang menarik.
“Gelar UMKM ini jadi bagian untuk memasarkan produk-produk lokal yang telah dihasilkan,” katanya.
BACA JUGA: Bantu Perkembangan Industri Kuliner, Aplikasi Olin Berteknologi AI Dikenalkan di Jogja
Menurut dia, dengan mengetahui strategi pemasaran, maka pelaku usaha bisa menentukan pangsa pasar yang akan diraih. Selain itu, pengemasan juga harus dibuat semenarik mungkin, sehingga produk UMKM dapat lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat luas.
“Hasil UMKM kita tidak kalah dengan dari luar. Tapi ada pekerjaan yang harus diselesaikan, bagaimana produk ini bisa laku. Maka harus ada strategi marketing yang bagus, baik secara online ataupun offline,” katanya
Ketua Panitia Gelar UMKM, Supriyadi mengatakan, kegiatan ini sudah dirintis sejak tiga tahun lalu. Total ada 35 UMKM yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan promosi potensi yang dimiliki di Kalurahan Margomulyo.
“Yang ditampilkan beragam mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen, dan lainnya,” kata Supriyadi.
Ia memastikan peserta merupakan kelompok usaha asli dari Kalurahan Margomulyo yang terdiri dari Kelompok Wanita Tani, Desa Mandiri Pangan, Forkom UMKM Margomulyo. Selain itu, juga ada dari Pembinaan ODGJ, PKK, Gapoktan, PLUT dan lain sebagainya.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, maka hasil UMKM bisa lebih dikenal dan tentunya bisa mendukung untuk kesejahteraan Masyarakat,” katanya.
Dinas Koperasi dan UKM Sleman mencatat ada 109.759 pelaku usaha. Meski demikian, dari jumlah tersebut masih didominasi usaha mikro dan kecil.
Berdasarkan dari satu data UMKM Sleman, untuk usaha perdagangan reparasi mobil dan sepeda motor ada 23.583 usaha. Selanjutnya, penyedia akomodasi dan makan minum sebanyak 23.446 usaha.
Selain itu, ada juga industri pengolahan sebanyak 8.552 usaha serta pertanian kehutanan dan perikanan sebanyak 6.633 usaha. Adapun sisanya ada jasa lainnya, jasa Pendidikan, real estat, informasi dan komunikas, transportasi dan pergudangan dan lainnya.
Sementara itu, jika dilihat dari kelas, mayoritas masih berstatus mikro kecil atau level 1 sebanyak 98.331 usaha. Untuk level dua ada 9.071 usaha, level tiga 1.640 UMKM, level empat 398 usaha dan level lima sebanyak 139 usaha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.
Jemaah haji Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan hilang di Makkah. PPIH lakukan pencarian intensif dan gandeng polisi Saudi.
Fabio Di Giannantonio juara MotoGP Catalunya 2026 usai balapan penuh drama. VR46 kian kuat, peluang juara dunia terbuka.