Wabup Sleman Ingatkan Pentingnya Strategi Pemasaran untuk Pengembangan UMKM

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 14 Agustus 2024 06:37 WIB
Wabup Sleman Ingatkan Pentingnya Strategi Pemasaran untuk Pengembangan UMKM

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa saat mengunjung stand produk UMKM dalam Gebyar UMKM Kalurahan Margomulyo, Seyegan. Selasa (13/8/2024) foto istimewa Humas Pemkab Sleman

Harianjogja.com, SLEMAN—Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa berharap UMKM di Sleman bisa terus berkembang sehingga dapat naik kelas. Hal ini disampaikan saat membuka Gelar UMKM Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Selasa (13/8/2024).

Menurut dia, UMKM bisa terus berkembang dengan produktivitas yang terus meningkat. Danang menyebutkan, untuk mewujudkan hal tersebut, pelaku usaha mengetahui pentingnya strategi pemasaran dan pengemasan yang menarik.

“Gelar UMKM ini jadi bagian untuk memasarkan produk-produk lokal yang telah dihasilkan,” katanya.

BACA JUGA: Bantu Perkembangan Industri Kuliner, Aplikasi Olin Berteknologi AI Dikenalkan di Jogja

Menurut dia, dengan mengetahui strategi pemasaran, maka pelaku usaha bisa menentukan pangsa pasar yang akan diraih. Selain itu, pengemasan juga harus dibuat semenarik mungkin, sehingga produk UMKM dapat lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat luas.

“Hasil UMKM kita tidak kalah dengan dari luar. Tapi ada pekerjaan yang harus diselesaikan, bagaimana produk ini bisa laku. Maka harus ada strategi marketing yang bagus, baik secara online ataupun offline,” katanya

Ketua Panitia Gelar UMKM, Supriyadi mengatakan, kegiatan ini sudah dirintis sejak tiga tahun lalu. Total ada 35 UMKM yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan promosi potensi yang dimiliki di Kalurahan Margomulyo.

“Yang ditampilkan beragam mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen, dan lainnya,” kata Supriyadi.

Ia memastikan peserta merupakan kelompok usaha asli dari Kalurahan Margomulyo yang terdiri dari Kelompok Wanita Tani, Desa Mandiri Pangan, Forkom UMKM Margomulyo. Selain itu, juga ada dari Pembinaan ODGJ, PKK, Gapoktan, PLUT dan lain sebagainya.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, maka hasil UMKM bisa lebih dikenal dan tentunya bisa mendukung untuk kesejahteraan Masyarakat,” katanya.

Dinas Koperasi dan UKM Sleman mencatat ada 109.759 pelaku usaha. Meski demikian, dari jumlah tersebut masih didominasi usaha mikro dan kecil.

Berdasarkan dari satu data UMKM Sleman, untuk usaha perdagangan reparasi mobil dan sepeda motor ada 23.583 usaha. Selanjutnya, penyedia akomodasi dan makan minum sebanyak 23.446 usaha.

Selain itu, ada juga industri pengolahan sebanyak 8.552 usaha serta pertanian kehutanan dan perikanan sebanyak 6.633 usaha. Adapun sisanya ada jasa lainnya, jasa Pendidikan, real estat, informasi dan komunikas, transportasi dan pergudangan dan lainnya.

Sementara itu, jika dilihat dari kelas, mayoritas masih berstatus mikro kecil atau level 1 sebanyak 98.331 usaha. Untuk level dua ada 9.071 usaha, level tiga 1.640 UMKM, level empat 398 usaha dan level lima sebanyak 139 usaha. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online