Usai Sidang Tuntutan, Nadiem Peluk Ojol: Saya Tidak Sendirian
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
Calon lokasi Wisata Bukit Dermo di wilayah Kelurahan Selopamioro, Imogiri, Kabupaten Bantul. Antara - Hery Sidik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul belum bisa memastikan siapa yang akan mengelola kawasan agrowisata Bukit Dermo di Kelurahan Selopamioro, Kecamatan Imogiri. Sampai saat ini Dispar masih mendiskusikannya.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Saryadi di Bantul, Rabu, mengatakan, terdapat sejumlah pihak baik di lingkungan pemerintah, masyarakat kelurahan maupun pihak ketiga yang dimungkinkan untuk digandeng dalam mengelola kawasan wisata di wilayah perbukitan Selopamioro tersebut.
"Kan ada beberapa kemungkinan alternatif pengelolaan, misalnya dikelola oleh BUMKal (Badan Usaha Milik Kelurahan), atau pokdarwis (kelompok sadar wisata) setempat, atau dikelola oleh dinas atau oleh pihak ketiga itu sedang kita diskusikan di intern Pemkab dulu," katanya.
Dia mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebelum pemerintah kabupaten melakukan komunikasi lebih lanjut dengan pelaku wisata maupun masyarakat yang terlibat dalam pengembangan kawasan agrowisata Bukit Dermo.
"Karena opsi masih terbuka, karena kan belum tentu dan belum diputuskan dikelola oleh pokdarwis, akan tetapi masih ada paling tidak tiga opsi," katanya.
BACA JUGA: Viral Tumpukan Sampah di Wiyoro, Banguntapan, DLH Bantul: Besok Kami Evakuasi
Namun demikian, kata dia, yang paling memungkinkan untuk mengelola dan sudah berkomunikasi dan siap mengelola kawasan agrowisata yaitu BUMKal dan Pokdarwis di Kelurahan Selopamioro.
"Karena kalau yang dinas itu secara anggaran kita belum ada pagu anggaran untuk operasional di sana, pihak ketiga juga belum ada komunikasi dengan pihak ketiga manapun," katanya.
Dia mengatakan, apalagi yang sudah ada komunikasi dan menyatakan kesiapan dan sudah menyiapkan program pelatihan bagi masyarakat itu pihak kelurahan dan Pokdarwis setempat, karena pembangunan Bukit Dermo sudah direncanakan sejak 2022.
"Sebenarnya pembangunannya itu di 2022, tapi gagal, dan teman teman di wilayah sudah menyiapkan diri. Akan tetapi keputusan nanti seperti apa kita masih diskusi dengan teman-teman OPD yang lain di intern Pemkab dulu," katanya.
Di wilayah Bukit Dermo Selopamioro sesuai rencana akan dikembangkan sebagai kawasan agrowisata yang memadukan antara destinasi wisata alam dengan pemandangan di atas bukit dan hamparan lahan bawang merah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.