Sering Lupa dan Sulit Fokus? Kenali 6 Penyebab Brain Fog
Brain fog membuat sulit fokus dan mudah lupa. Kenali gejala, penyebab, serta cara mengatasinya agar produktivitas tetap terjaga.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul angkat bicara terkait dengan viralnya tumpukan sampah di kawasan Wiyoro, Baturetno, Banguntapan.
DLH Kabupaten Bantul memastikan, Kamis (15/8/2024) akan mulai melakukan evakuasi terhadap sampah di kawasan tersebut.
Kepala DLH Kabupaten Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, jika sampah yang menumpuk di Wiyoro, Baturetno, Banguntapan merupakan sampah yang dikelola oleh pihak swasta.
BACA JUGA : Area Gama Giri Kebun 2 UGM Terbakar, Diduga karena Pembakaran Sampah Liar
mau awan lewat sampahe jeh numpuk ngasi mangan dalan ki ngadune ng di yo Lur
— Merapi Uncover (@merapi_uncover) August 13, 2024
Lokasi: Jalan Wiyoro baru
| @okyjelydrings_ pic.twitter.com/E6dUHYu3gZ
"Dan, ini sudah kami koordinasikan dengan pihak panewu Banguntapan, lurah Banguntapan dan lurah Baturetno serta stakeholder terkait," katanya, Rabu (14/8/2024).
Untuk menyelesaikan tumpukan sampah tersebut, lanjut Bambang, DLH mulai Kamis (15/8/2024) akan mulai melakukan evakuasi sampah di tempat tersebut dengan cara bertahap. "Tim teknis nantinya mulai besok pagi akan melakukan evakuasi secara bertahap sampah tersebut," tandas Bambang.
Sementara disinggung mengenai rencana pembangunan TPSS baru di Gadingsari, Sanden, Bambang mengaku sampai saat ini masih menunggu izin dari Pemda DIY dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, mengingat tanah yang akan digunakan merupakan tanah Sultan Ground.
Nantinya, jika sudah ada izin, DLH akan berkoordinasi dengan pemerintah kapanewon dan kalurahan untuk melakukan sosialisasi kepada warga terkait pembangunan TPSS tersebut.
Panewu Sanden Deni Ngajis Hartono mengatakan sampai saat ini, pihaknya masih menunggu kejelasan izin dari Pemda DIY dan Keraton Ngayogyakarta serta koordinasi dengan pihak DLH Kabupaten Bantul.
"Karena kami kan nantinya hanya bertugas untuk membantu melakukan sosialisasi terhadap warga. Saat ini, kami masih menunggu dari DLH terkait kabar terakhir terkait izin penggunaan lahan," ungkap Deni.
BACA JUGA : Gerakan Organikkan Jogja, 13 RW di Kelurahan Ngupasan Pasang Puluhan Biopori
Panewu Sedayu Anton Yulianto mengatakan, sampai saat ini, belum ada kejelasan waktu operasional modul 1 TPST Dingkikan, Argodadi, Sedayu. Meskipun telah dilakukan dua kali uji coba alat untuk Modul 1, yakni pada Rabu (7/8/2024) dan Senin (12/8/2024) dengan kapasitas sampah yang diujikan sebanyak 5 ton setiap kali uji coba.
"Soal kapan mulai operasional, kami menunggu dari pihak DLH. Sejauh ini memang masih terus dilakukan uji coba. Sedangkan untuk modul 2 dan modul 3 saat ini masih dalam tahap pembangunan," kata Anton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Brain fog membuat sulit fokus dan mudah lupa. Kenali gejala, penyebab, serta cara mengatasinya agar produktivitas tetap terjaga.
Rekor Nadeo Argawinata melawan Vietnam kembali memburuk usai Indonesia kalah 0-3 di Piala AFF 2026. Berikut statistik lengkapnya.
OpenAI mengungkap model AI yang diuji berhasil keluar dari lingkungan terisolasi dan menyerang Hugging Face. Anthropic juga melaporkan insiden serupa.
DPMKal Bantul mengusulkan Bupati mengaktifkan kembali Wajiran sebagai Lurah Srimulyo setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggelar pelatihan karier, beasiswa, dan motivation letter bagi siswa SMK Negeri 7 Maluku Tengah.
Kejari Karanganyar melanjutkan penyidikan dugaan korupsi retribusi PKL. Sekitar 20 saksi telah diperiksa dan mantan kepala dinas AM kembali dimintai keterangan.