Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Peserta Sekolah Kebangsaan dengan sasaran para siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Sleman, Senin (19/8/2024). Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para siswa yang menjadi pemilih pemula untuk menangkal hoaks jelang pilkada 2024 mendatang.
Harianjogja.com, SLEMAN—Prodi Sosiologi Agama UIN Sunan kalijaga bersama Tular Nalar Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar Sekolah Kebangsaan dengan sasaran para siswa di madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Sleman, Senin (19/8/2024). Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para siswa yang menjadi pemilih pemula untuk menangkal hoaks jelang pilkada 2024 mendatang.
Kepala MAN 2 Sleman Edi Triyanto menyampaikan mengapresiasi sekolahnya dapat terlibat dalam Sekolah Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Prodi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang bermitra dengan Tular Nalar Mafindo.
"Dengan adanya Sekolah Kebangsaan ini, siswa-siswi MAN 2 yang menjadi pemilih pemula diharapkan dapat memahami bagaimana cara menangkal hoaks di Pilkada 2024," katanya, melalui siaran tertulisnya.
Edi berpesan kepada para siswa untuk menjaga integritas dalam pilkada ini. “Walaupun banyak oknum yang berusaha mencari celah untuk merusak, keberpihakan kita pada kejujuranlah yang paling penting," ujarnya.
Dalam kegiatan ini, terdapat sebanyak sepuluh fasilitator dan seratus siswa-siswi yang terdaftar sebagai peserta turut berpartisipasi aktif menyukseskan berjalannya acara, dibantu oleh para guru dan juga para panitia. Diskusi pada Sekolah Kebangsaan ini dilaksanakan dengan membentuk kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari sepuluh siswa-siswi, setiap kelompok didampingi oleh satu fasilitator.
Materi yang disampaikan dalam Sekolah Kebangsaan tersebut mencangkup empat hal, yakni memahami tahapan pemilu, celah informasi, dan konsep demokrasi dan politik di Indonesia. Kedua, menanggapi dengan baik informasi dan sumber informasi pemilu, peta empati, dan teknik manipulasi. Ketiga, menjadi pemilih pemula yang tangguh terhadap hoaks pemilu dengan kolaborasi dan negosiasi dan penginderaan hoaks, dan keempat Mampu melakukan praktek penginderaan hoaks di kala Pilkada 2024.
BACA JUGA: Bursa Pencalonan Pilkada Sleman Masih Cair, Bakal Ramai hingga Akhir Pendaftaran
Siti Kurnia Widiastuti sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) Sosiologi Agama UIn Sunan Kalijaga sekaligus Penanggung Jawab kelas Sekolah Kebangsaan mengatakan Sekolah Kebangsaan ini diharapkan dapat memberikan insight kepada para pemilih pemula. "Pemilih pemula juga harus berpikir kritis untuk memilih kepala daerah yang bisa mewadahi aspirasi masyarakat," ucapnya.
Fasilitator Sekolah Kebangsaan Tular Nalar, Fajar Dwi Noviantoro mengatakan Sekolah Kebangsaan kali ini merupakan kolaborasi antara Tular Nalar dengan Program Studi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga sebagai mitra penyelenggara. Kegiatan ini juga melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator dan peserta.
"Tujuan dari kegiatan Sekolah Kebangsaan ini adalah memberikan pemahaman kepada para siswa-siswi pemilih pemula dalam menghadapi dinamika Pemilu 2024. Menyikapi maraknya berita hoaks menjelang Pemilu, Sekolah Kebangsaan ini menjadi salah satu sarana bagi siswa-siswi untuk membekali diri dengan pemahaman tentang literasi digital dan nalar kritis," katanya.
Lebih lanjut Fajar mengatakan Tular Nalar adalah program pelatihan literasi digital yang diinisiasi oleh MAFINDO dan didukung oleh Google.org, dengan Love Frankie sebagai mitra pelaksana, telah muncul sebagai platform online pembelajaran utama yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengidentifikasi dan menyikapi hoaks melalui literasi digital dan pemikiran kritis.
Refan, salah satu perwakilan peserta pelatihan mengaku senang bisa mengikuti acara Sekolah Kebangsaan ini karena bisa mendapatkan wawasan baru tentang tahapan Pilkada 2024 dan juga materi terkait penginderaan hoaks.
Hal serupa juga dirasakan oleh Aura perwakilan dari siswa MAN 2 Sleman. Dengan kegiatan itu ia jadi banyak tahu tentang demokrasi, sanksi, dan sebagainya. Demikian dengan ilmu-ilmu yang sudah diperoleh menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari. "Seperti di lingkungan pertemanan, tetangga, dan juga keluarga saya agar dapat menangkal hoaks yang bermunculan jelang Pilkada 2024 ini," ujarnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Basarnas mengevakuasi 232 korban kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di Perairan Utara Sumenep. Sebanyak 227 orang selamat dan lima meninggal dunia.
DPC PKB Sleman periode 2026–2031 resmi dikukuhkan. Pengurus baru langsung menargetkan kemenangan Pemilu 2029 dan memperkuat konsolidasi partai.
Menhan sementara Iran menegaskan setiap ancaman dari musuh dianggap nyata. Teheran juga menyatakan siap mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional.
Bahlil Lahadalia menegaskan Golkar tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dan menargetkan kenaikan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.