Tiga Pasutri Berpotensi Ikut Perebutan Kursi Lurah di Gunungkidul
Tiga pasangan suami istri berpeluang bersaing dalam Pilur 2026 di Gunungkidul. Penetapan calon lurah dijadwalkan pada 8 September 2026.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Kontestasi bakal calon bupati dan wakil bupati di Pilkada Sleman diprediksi bakal ramai hingga detik akhir pendaftaran pasangan bakal calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Pasalnya, hingga saat ini baru PDI Perjuangan yang mengeluarkan rekomendasi pencalonan untuk mengusung Harda Kiswaya dengan Danang Maharsa.
Adapun partai lain pemilik kursi di DPRD Sleman masih bergerilya dan belum memutuskan secara pasti siapa pasangan calon yang diusung.
Ketua DPD PKS Sleman, Indra Gumilar mengatakan yang sudah pasti mengusung baru PDI Perjuangan karena sudah mengeluarkan rekomendasi pencalonan.
Adapun partai lain, sambung dia, masih sangat cair. Dia mencontohkan, untuk surat rekomendasi dari DPP PKB yang menjatuhkan pilihan ke pasangan Harda-Danang juga masih dicek kebenarannya oleh pengurus DPC PKB Sleman.
Di sisi lain, di partai ini juga ada agenda muktamar dalam waktu dekat. Kegiatan tersebut dinilai akan memberikan pengaruh besar karena kepengurusan yang baru menjadi penentu siapa yang diusung dalam pilkada.
“PKB akan muktamar. Semua surat-surat rekom jadi belum pasti nasibnya karena pengurus baru yang harus tandatangan,” katanya.
Hal yang sama juga berlaku bagi Golkar yang akan menggelar musyawarah nasional luar biasa. Oleh karenanya, ia berpendapat bahwa pencalonan masih akan seru hingga detik-detik akhir pendaftaran di 29 Agustus mendatang.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Buka Lowongan CPNS Sebanyak 147 Formasi, Ini Cara Mengeceknya
“Semua masih cair dan berbagai kemungkinan masih terbuka. Yang jelas, pasangan calon yang diusung akan merujuk dari rekomendasi yang dikeluarkan DPP,” katanya.
Adapun partainya, hingga saat ini masih konsisten mendukung Kustini Sri Purnomo sebagai bakal calon bupati bersama dengan PAN.
Disinggung mengenai Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus diberlakukan di Kabupaten Sleman, ia tidak menampik hal tersebut bisa terjadi. “Pilkada dimana pun jadi kepentingan nasional. Jadi, semuanya juga masih mungkin,” katanya.
Terpisah, DPD Partai Golkar menggebu-gebu untuk mengusung pasangan Harda-Danang. Namun, jelang penyelenggaraan munaslub, Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi mengatakan bahwa keputusan yang didukung menunggu setelah munaslub. “Tunggu setelah munas,” katanya.
Disinggung mengenai peluang KIM plus diberlakukan di Pilkada Sleman, ia mengkaui hal tersebut masih memungkinkan. “Yang jelas semua keputusan ada di DPP dan kami tegak lurus dengan aturan partai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga pasangan suami istri berpeluang bersaing dalam Pilur 2026 di Gunungkidul. Penetapan calon lurah dijadwalkan pada 8 September 2026.
Pameran Jejak Warna di GIK UGM menghadirkan 46 karya dari 32 seniman neurodivergen dan mendorong ruang seni yang inklusif.
Kulonprogo menjadi tuan rumah Kejurda III NPCI DIY 2026 yang diikuti 461 atlet disabilitas dari lima kabupaten dan kota di DIY.
Putra petani asal Banyumas, Mohamad Toriq Anwar, menjadi lulusan terbaik IPDN 2026 dan menerima penyematan pangkat langsung dari Presiden Prabowo.
Pemangkasan anggaran Perpusnas 2026 dan perkembangan AI dinilai UMY menjadi tantangan besar bagi budaya membaca dan literasi masyarakat.
John Herdman menyebut laga Indonesia melawan Vietnam menjadi peluang besar untuk menguasai Grup A Piala AFF 2026 dan membuka jalan ke semifinal.