Tujuh Kambing Mati Mendadak, 5 Warga Semanu Suspek Antraks
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Kontestasi bakal calon bupati dan wakil bupati di Pilkada Sleman diprediksi bakal ramai hingga detik akhir pendaftaran pasangan bakal calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Pasalnya, hingga saat ini baru PDI Perjuangan yang mengeluarkan rekomendasi pencalonan untuk mengusung Harda Kiswaya dengan Danang Maharsa.
Adapun partai lain pemilik kursi di DPRD Sleman masih bergerilya dan belum memutuskan secara pasti siapa pasangan calon yang diusung.
Ketua DPD PKS Sleman, Indra Gumilar mengatakan yang sudah pasti mengusung baru PDI Perjuangan karena sudah mengeluarkan rekomendasi pencalonan.
Adapun partai lain, sambung dia, masih sangat cair. Dia mencontohkan, untuk surat rekomendasi dari DPP PKB yang menjatuhkan pilihan ke pasangan Harda-Danang juga masih dicek kebenarannya oleh pengurus DPC PKB Sleman.
Di sisi lain, di partai ini juga ada agenda muktamar dalam waktu dekat. Kegiatan tersebut dinilai akan memberikan pengaruh besar karena kepengurusan yang baru menjadi penentu siapa yang diusung dalam pilkada.
“PKB akan muktamar. Semua surat-surat rekom jadi belum pasti nasibnya karena pengurus baru yang harus tandatangan,” katanya.
Hal yang sama juga berlaku bagi Golkar yang akan menggelar musyawarah nasional luar biasa. Oleh karenanya, ia berpendapat bahwa pencalonan masih akan seru hingga detik-detik akhir pendaftaran di 29 Agustus mendatang.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Buka Lowongan CPNS Sebanyak 147 Formasi, Ini Cara Mengeceknya
“Semua masih cair dan berbagai kemungkinan masih terbuka. Yang jelas, pasangan calon yang diusung akan merujuk dari rekomendasi yang dikeluarkan DPP,” katanya.
Adapun partainya, hingga saat ini masih konsisten mendukung Kustini Sri Purnomo sebagai bakal calon bupati bersama dengan PAN.
Disinggung mengenai Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus diberlakukan di Kabupaten Sleman, ia tidak menampik hal tersebut bisa terjadi. “Pilkada dimana pun jadi kepentingan nasional. Jadi, semuanya juga masih mungkin,” katanya.
Terpisah, DPD Partai Golkar menggebu-gebu untuk mengusung pasangan Harda-Danang. Namun, jelang penyelenggaraan munaslub, Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi mengatakan bahwa keputusan yang didukung menunggu setelah munaslub. “Tunggu setelah munas,” katanya.
Disinggung mengenai peluang KIM plus diberlakukan di Pilkada Sleman, ia mengkaui hal tersebut masih memungkinkan. “Yang jelas semua keputusan ada di DPP dan kami tegak lurus dengan aturan partai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Pawukon merupakan bagian dari penanggalan Jawa yang mengenal 30 wuku. Simak perbedaan Pawukon, wuku, dan weton.
Sebanyak 7.990 atlet akan mengikuti Porprov Jateng 2026 dan memperebutkan 2.769 medali dari 58 cabang olahraga.
Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Minggu pagi. Guncangan terasa hingga Manggarai Barat dan tidak berpotensi tsunami.
Paus Leo XIV mengingatkan bahaya AI dalam seni dan mendesak karya manusia dibedakan dari hasil mesin yang diproses algoritma.
Harga iPhone 15 dan iPhone 16 turun Rp1,5 juta pada awal Oktober 2026. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan kabar iPhone 18.