DPRD Sleman Dorong Pengembangan Trans Sembada, Jangkauan Rute Harus Luas
DPRD Sleman mendukung Trans Sembada untuk mengatasi kemacetan, tetapi meminta rute diperluas agar akses transportasi umum lebih mudah.
Pasangan calon kepala daerah (paslon) Gunungkidul Sutrisna Wibawa – Sumanto resmi mendaftar sebagai calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada 2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul, Rabu, (28/8/2024).
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pasangan calon kepala daerah (paslon) Gunungkidul Sutrisna Wibawa – Sumanto resmi mendaftar sebagai calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada 2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul, Rabu, (28/8/2024).
Paslon ini diusung oleh lima partai politik (parpol) yaitu Partai Prima, PKS, Gerindra, Demokrat, dan Nasdem. "Pembangunan yang mereka usung di Gunungkidul akan berporos pada konsep Mbangun Dusun Nganti Wangun, Noto Kutho Nganti Tumoto," kata Sekretaris DPW Partai Nasdem DIY, Suharno di sela pendaftaran.
Konsep pembangunan tersebut, kata dia dapat berjalan lancar apabila Gunungkidul dipimpin oleh kepala daerah yang memahami dengan baik APBD.
“Profesor Sutrisna salah satu intelektual yang bisa memahami struktur-postur-konsep APBD. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana APBD itu terserap untuk kepentingan masyarakat bukan golongan tertentu,” kata Suharno ditemui di KPU Gunungkidul.
Suharno menambahkan pengelolaan APBD perlu dilakukan dengan patuh pada Undang-undang (UU) yang berlaku atau mandatory spending.
Mandatory spending dalam tata kelola keuangan pemerintah daerah meliputi beberapa hal seperti alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBD dan besar anggaran kesehatan pemerintah daerah dialokasikan minimal 10% dari APBD di luar gaji.
“Sekarang itu yang terjadi belanja pegawai tidak jelas, infrastruktur saja juga tidak mencapai 20 persen,” katanya.
Dia menegaskan pembangunan di Gunungkidul sudah waktu dilakukan dengan cepat. Pembangunan akan dimulai dari tingkat padukuhan. Membangun dari pinggir.
Sementara itu, Sutrisna Wibawa menegaskan dia bersama Sumanto akan menyelesaikan persoalan jalan-jalan rusak dalam dua tahun. “Sehingga roda ekonomi pergerakan masyarakat bisa mudah dan tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Sutrisna.
Adapun Sumanto yang berlatar belakang kontraktor berkomitmen akan menyelesaikan persoalan jalan rusak dalam dua tahun. “Di Gunungkidul saya dengar selama ini persoalan infrastruktur dan jalan kabupaten itu banyak yang rusak,” kata Sumanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mendukung Trans Sembada untuk mengatasi kemacetan, tetapi meminta rute diperluas agar akses transportasi umum lebih mudah.
Polda DIY memperkuat patroli dan edukasi masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
KPK memeriksa Kepala BPK Jateng Ahmad Luthfi H. Rahmatullah sebagai saksi kasus dugaan suap pengondisian audit Muara Enim.
Sebanyak 500 mahasiswa lolos Sleman Pintar 2026 dari 1.250 pendaftar. Danang Maharsa meminta penerima kuliah serius dan berprestasi.
243 reklame rokok ditemukan tak berizin dan tak bayar pajak di Kulonprogo. DPRD menyoroti potensi kebocoran PAD dari reklame.
Herlina Pakpahan meminta Srikandi Hanura turun langsung menyerap aspirasi perempuan melalui kaderisasi, pengabdian dan solidaritas.