Daftar ke KPU untuk Pilkada Gunungkidul, Ini Program Paslon Sutrisna Wibawa-Sumanto

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Rabu, 28 Agustus 2024 15:17 WIB
Daftar ke KPU untuk Pilkada Gunungkidul, Ini Program Paslon Sutrisna Wibawa-Sumanto

Pasangan calon kepala daerah (paslon) Gunungkidul Sutrisna Wibawa – Sumanto resmi mendaftar sebagai calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada 2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul, Rabu, (28/8/2024).

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pasangan calon kepala daerah (paslon) Gunungkidul Sutrisna Wibawa – Sumanto resmi mendaftar sebagai calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada 2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul, Rabu, (28/8/2024).

Paslon ini diusung oleh lima partai politik (parpol) yaitu Partai Prima, PKS, Gerindra, Demokrat, dan Nasdem. "Pembangunan yang mereka usung di Gunungkidul akan berporos pada konsep Mbangun Dusun Nganti Wangun, Noto Kutho Nganti Tumoto," kata Sekretaris DPW Partai Nasdem DIY, Suharno di sela pendaftaran.

BACA JUGA: Afnan-Singgih Resmi Mendaftar ke KPU sebagai Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja

Konsep pembangunan tersebut, kata dia dapat berjalan lancar apabila Gunungkidul dipimpin oleh kepala daerah yang memahami dengan baik APBD.

“Profesor Sutrisna salah satu intelektual yang bisa memahami struktur-postur-konsep APBD. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana APBD itu terserap untuk kepentingan masyarakat bukan golongan tertentu,” kata Suharno ditemui di KPU Gunungkidul.

Suharno menambahkan pengelolaan APBD perlu dilakukan dengan patuh pada Undang-undang (UU) yang berlaku atau mandatory spending.

Mandatory spending dalam tata kelola keuangan pemerintah daerah meliputi beberapa hal seperti alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBD dan besar anggaran kesehatan pemerintah daerah dialokasikan minimal 10% dari APBD di luar gaji.

“Sekarang itu yang terjadi belanja pegawai tidak jelas, infrastruktur saja juga tidak mencapai 20 persen,” katanya.

Dia menegaskan pembangunan di Gunungkidul sudah waktu dilakukan dengan cepat. Pembangunan akan dimulai dari tingkat padukuhan. Membangun dari pinggir.

Sementara itu, Sutrisna Wibawa menegaskan dia bersama Sumanto akan menyelesaikan persoalan jalan-jalan rusak dalam dua tahun. “Sehingga roda ekonomi pergerakan masyarakat bisa mudah dan tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Sutrisna.

Adapun Sumanto yang berlatar belakang kontraktor berkomitmen akan menyelesaikan persoalan jalan rusak dalam dua tahun. “Di Gunungkidul saya dengar selama ini persoalan infrastruktur dan jalan kabupaten itu banyak yang rusak,” kata Sumanto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online